Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Tenaga kesehatan dan guru di Distrik Mbipir Jayawijaya kosong
  • Rabu, 08 Maret 2017 — 09:04
  • 1037x views

Tenaga kesehatan dan guru di Distrik Mbipir Jayawijaya kosong

Layanan kesehatan untuk masyarakat di distrik itu pun buruk. Elkius mengatakan distrik tersebut telah memiliki Puskesdes di Kampung Ayoma namun tak ada tenaga medis.
Ilustrasi layanan kesehatan di Kabupaten Jayawijaya-Jubi
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Hingga kini masyarakat di Distrik Mbipiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua,  belum terima pelayanan kesehatan dan pendidikan. Meski sudah ada sekolah dan puskesmas, mereka kekurangan guru dan dokter.

Kepala Distrik Mbipiri, Elkius Waga, mengatakan di distrik itu telah memiliki satu sekolah dasar. Namun, anak sekolah di SD Iriga itu hanya punya satu guru yang merangkap kepala sekolah. Kekurangan layanan dan SDM juga terjadi di bidang pelayanan kesehatan.

“Di sini ada SD Iriga, di mana tenaga pengajarnya hanya kepala sekolah sendirian. Guru lain tidak ada, sehingga pada kesempatan ini kita mengusulkan melalui Musrembang tetapi selalu tidak ada penugasan guru di sekolah ini. Jadi untuk pelayanan pendidikan di SD kadang berjalan, kadang juga tidak,” ungkap Elkius Waga kepada wartawan di Wamena, Selasa (7/3/2017).

Layanan kesehatan untuk masyarakat di distrik itu pun buruk. Elkius mengatakan distrik tersebut telah memiliki Puskesdes di Kampung Ayoma namun tak ada tenaga medis.

“Kami harapkan, ke depan, di distrik kami sendiri ada tenaga kesehatan yang ditempatkan agar masyarakat mudah untuk berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan,” harapnya.

Setelah mendengar keluhan tersebut, Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua berjanji segera melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan dan pendidikan. Ia mengatakan akan meminta segera penempatan tenaga medis dan guru honor.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono,  mengatakan minimnya tenaga medis itu disesuaikan dengan fasilitas yang ada. Menurutnya, karena belum ada Puskesmas di distrik tersebut sehingga tidak ada tenaga kesehatan. “Pelayanannya masih di bawah kontrol Puskesmas Distrik Wollo,” katanya.

Selain belum adanya Puskesmas di Distrik Mbipiri, tambahnya, permasalahan pelayanan lainnya adalah masih sulitnya jalan yang harus ditempuh menuju distrik Mbipir. Namun menurutnya pelayanan kesehatan distrik Mbipir masuk agenda pelayanan kesehatan mobile.

“Terkait pelayanan di distrik Mbipiri ini sebenarnya memang belum ada penempatan sarana kesehatan di sana dan tidak ada Puskesmas, tetapi kita sudah rencanakan dalam program perencanaan dan kita juga masukkan ke dalam pelayanan kesehatan mobile,” ungkapnya.

Ia memastikan pelayanan kesehatan secara mobile ini akan segera dilakukan, sehingga pelayanan kesehatan di distrik-distrik yang belum memiliki Puskesmas dapat dilayani dengan baik.

“Memang distrik yang belum ada puskesmas ini kita bertahap programkan, bagaimana di sana ada Puskesmas tetapi yang sering jadi kendala bukan prasarananya tetapi tenaga kesehatan yang mau melayani di pedalaman,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Peringati HUT HKG-PKK Kabupaten Yahukimo gelar beragam kegiatan

Selanjutnya

RRI Wamena berbagi kasih dengan mendonor darah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua