Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Masalah Korea-Malaysia perlu diselesaikan dengan tenang
  • Rabu, 08 Maret 2017 — 14:13
  • 1743x views

Masalah Korea-Malaysia perlu diselesaikan dengan tenang

Wakil juru bicara PBB Farhan Haq berharap kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan apa pun melalui langkah diplomatik.
Juru bicara PBB Farhan Haq (TRT.net.tr)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

New York, Jubi - Perserikatan Bangsa-bangsa, meminta Korea Utara dan Malaysia menyelesaikan masalah diplomatik mereka secara tenang.

Ketika berbicara pada acara jumpa pers harian, wakil juru bicara PBB Farhan Haq berharap kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan apa pun melalui langkah diplomatik.

"Pada dasarnya adalah bahwa kita menginginkan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korut,) kembali mematuhi semua resolusi PBB yang sedang berlaku," ujarnya, Selasa ( 7/3) waktu setempat.

Kementerian Korea Utara pada Senin (6/3) waktu setempat juga mengumumkan bahwa duta besar Malaysia dianggap 'persona non grata', yang berarti ditolak.

Dengan demikian, Korut meminta sang duta besar keluar dari wilayahnya dalam waktu 48 jam.

Keputusan itu diambil setelah Malaysia juga menyatakan duta besar Korea Utara di Kuala Lumpur, Kang Chol, "persona non grata" pada Sabtu malam di tengah perseteruan kedua negara soal penyelidikan terhadap kematian seorang warga Korut.

Kang Chol juga diminta meninggalkan Malaysia dalam waktu 48 jam.

Kang dan Pemerintah Korut menuding Malaysia bersekongkol dengan pihak-pihak yang memusuhi Korea Utara dalam penyelidikan kematian warga Korut tersebut pada 13 Februari di Kuala Lumpur. Korut menolak penyelidikan dilakukan.

Warga Korut, yang memegang paspor dengan nama "Kim Chol," diserang pada 13 Februari di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur.

Setelah meminta pertolong kepada staf bandara, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pihak Malaysia mengatakan warga Korut itu tewas beberapa menit setelah ia diolesi dosis tinggi racun saraf VX yang mematikan.

Pyongyang menyatakan pernyataan itu merupakan tindakan anti-Korea Utara.(*)
 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Film dokumenter “Street Punk! Banda Aceh” pukau London

Selanjutnya

Penjaga pantai Yunani selamatkan 113 migran asal Malta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6182x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5758x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3914x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe