Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI rekomendasi kurangi ketergantungan pada pertambangan
  • Rabu, 08 Maret 2017 — 19:07
  • 801x views

BI rekomendasi kurangi ketergantungan pada pertambangan

Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui bidang pertambangan cukup mempengaruhi perekonomian Papua. Meski begitu, jika ditelisik signifikasi distribusi dana yang dirasakan Papua masih kecil.
Ilustrasi tambang PT Freeport - Jubi/dok
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Joko Supratikto menyebutkan, memasuki 2017 performa sektor pertambangan dan penggalian diperkirakan akan mengalami ketidakpastian dengan risiko tinggi pada penurunan produksi.

“Faktor regulasi izin usaha perusahaan tambang terbesar di Papua yang masih dalam tahap negosiasi diperkirakan berpotensi menghambat proses produksi, namun jika permasalahan perizinan dapat diselesaikan, investasi pada sektor ini diperkirakan akan meningkat seiring persiapan transisi area eksplorasi di area bawah tanah yang akan dimulai pada 2018,” katanya melalui siaran pers yang diterima Jubi, Selasa (7/3/2017).
 
Ia melanjutkan, dampak pertumbuhan yang signifikan pada akhir 2016, 40 persen berasal dari pertambangan dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Papua secara keseluruhan. Apalagi belum ada kepastian terkait gonjang-ganjing masalah tersebut.
 
“Sehingga rekomendasi dari Bank Indonesia adalah kinerja sektor ekonomi perlu lebih dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan Papua terhadap sektor Pertambangan,” katanya.
 
Beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah bersama instansi terkait antara lain, perkembangan sektor riil perlu terus didorong melalui regulasi yang efisien dan kompetitif, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.
 
Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui bidang pertambangan cukup mempengaruhi perekonomian Papua. Meski begitu, jika ditelisik signifikasi distribusi dana yang dirasakan Papua masih kecil.
 
“Situasi Freeport sedang tidak bagus dengan pemerintah dan mereka harus bicara baik-baik untuk kepentingan nasional,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Papua ekspor beras ke PNG, ini saran legislator

Selanjutnya

Garuda targetkan Rp10 miliar dari GATF 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe