close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Guru di Nunukan ancam mogok mengajar
  • Selasa, 27 September 2016 — 11:23
  • 2152x views

Guru di Nunukan ancam mogok mengajar

Guru-guru di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengancam akan mogok mengajar apabila rekannya bernama Nobertus Boli dipenjarakan karena didakwa menganiaya muridnya.
Ilustrasi aksi PGRI.-- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nunukan, Jubi - Guru-guru di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengancam akan mogok mengajar apabila rekannya bernama Nobertus Boli dipenjarakan karena didakwa menganiaya muridnya.

Ketua Persatuan Guru RI Cabang Kabupaten Nunukan, Husin Manu saat orasi unjukrasa di Pengadilan Negeri Nunukan, Selasa (27/9/2016) menegaskan, proses hukum yang sedang dijalani rekannya tetap dihargai, namun tentunya perlu adanya pertimbangan dari majelis hakim terkait dengan kasus yang menimpa rekannya sebagai bentuk diskriminasi semata.

"Guru-guru di Kabupaten Nunukan akan mogok mengajar apabila rekan kami (Nobertus Boli) dihukum hanya karena dilaporkan menganiaya muridnya," ungkap dia disambut yel-yel PGRI dari ratusan tenaga pengajar yang ikut unjukrasa tersebut.

Husin Manu menyatakan, ancaman untuk mogok mengajar itu akan disampaikan kepada pengurus PGRI pusat sebagai bentuk solidaritas guru-guru di daerah itu agar orangtua tidak sewenang-wenang melaporkan kejadian-kejadian yang berlangsung di dalam lingkup sekolah.

Ia juga mengatakan, laporan salah seorang orangtua murid yang melaporkan Nobertus Boli dianggap pelecehan terhadap martabat guru di wilayah perbatasan RI-Malaysia sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait dengan kewenangan guru di sekolah.

Pada kesempatan itu pula, dia menekankan, seharusnya posisi guru dalam area sekoah dihargai oleh orangtua secara khusus dan masyarakat secara umum dan bukan dilaporkan ke aparat hukum.

"Masyarakat atau orangtua sebaiknya menghargai wewenang guru dalam sekolah atau kelas bukan malah melaporkan ke aparat hukum," kata dia.

Persidangan kasus penganiayaan murid oleh guru dalam tahap pemeriksaan saksi termasuk orangtua murid atas nama Wahab Kiak mantan anggota DPRD Nunukan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

WNI terancam hukuman mati di Malaysia

Selanjutnya

Buaya kian mengganas karena kelaparan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4877x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4299x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4177x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3494x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2956x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe