Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sebut karyawan Freeport "pasukan nasi bungkus", Omaleng dikecam
  • Kamis, 09 Maret 2017 — 07:03
  • 1230x views

Sebut karyawan Freeport "pasukan nasi bungkus", Omaleng dikecam

"Saya juga meminta kepada Gubernur Papua dan DPR Papua segera mengambil langkah, sehingga ada solusi tepat terkait PHK karyawan yang terus menerus dilakukan Freeport, perusahaan privatisasi dan perusahaan sub kontraktor mitra Freeport," ujarnya.
Demo karyawan PT Freeport Indonesia di Jakarta - tempo.co
Arjuna Pademme
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya, Wilhelmus Pigai mengecam pernyataan Bupati Mimika, Eltinus Omelang yang menyebut demo karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017) adalah demo bayaran atau pasukan nasi bungkus yang dibiayai Freeport sendiri.

“Bupati Omaleng tidak harusnya mengeluarkan pernyataan kontroversi terkait demo itu. Yang bersangkutan adalah seorang kepala daerah. Harusnya menjadi pengayom dan bijaksana . Bukan justru menciptakan polemik,” kata Wilhelmus ketika menghubungi Jubi via selulernya, Rabu (8/3/2017).

Politikus Partai Hanura itu mendesak Presiden Jokowi segera mengambil langkah cepat, tepat dan bijaksana menyelesaikan masalah ini sehingga ada kepastian untuk perusahaan dan karyawan.

"Saya juga meminta kepada Gubernur Papua dan DPR Papua segera mengambil langkah, sehingga ada solusi tepat terkait PHK karyawan yang terus menerus dilakukan Freeport, perusahaan privatisasi dan perusahaan sub kontraktor mitra Freeport," ujarnya.

Selain itu dirasa perlu membentuk tim bersama DPR dan Pemprov Papua, bupati yang wilayahnya dekat dengan area penambangan Freeport, DPRD dan stake holder di daerah itu.

"Bersama menghadap presiden. Minta presiden dan Freeport jangan dulu PHK karyawan. Sedang dilakukan upaya penyelesaian. Mendorong pemerintah pusat jangan melupakan Papua. Saya pikir sekarang saatnya mulai bergerak," katanya.

Sehari sebelumnya, sedikitnya 250 karyawan PTFI mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Bilangan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng menyebut aksi itu demo bayaran atau pasukan nasi bungkus yang dibiayai oleh Freeport demi mengisi perut.

"Mereka dari mana, kita tidak tahu. Mereka ini dipakai Freeport, dibiayai akomodasi dan lain-lain. Hanya kepentingan perut," kata Eltinus di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/3/2017) seperti dikutip dari berbagai media. (*)

loading...

Sebelumnya

Kasus politik uang Pilkada Jayapura tunggu disidangkan?

Selanjutnya

Polda Papua kerahkan 352 personel. dalam Operasi Matoa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat