Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. ULMWP memilih berhati-hati atas rencana kunjungan Menlu Australia
  • Kamis, 09 Maret 2017 — 13:39
  • 4683x views

ULMWP memilih berhati-hati atas rencana kunjungan Menlu Australia

Julie Bishop menunjukkan sinyal akan mengunjungi Papua akhir tahun ini, saat melakukan pembicaraan di Jakarta minggu lalu dengan pemerintah Indonesia yang sedang berusaha menunjukkan kebijakan keterbukaan terkait Papua.
Sekretaris Jenderal United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Octo Mote (tengah) berbicara kepada anggota dewan Selandia Baru MPs – RNZI/ Johnny Blades
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi - United Liberation Movement for West Papua memilih berhati-hati menyambut berita terkait rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Australia ke wilayah Papua tahun ini.

Julie Bishop menunjukkan sinyal akan mengunjungi Papua akhir tahun ini, saat melakukan pembicaraan di Jakarta minggu lalu dengan pemerintah Indonesia yang sedang berusaha menunjukkan kebijakan keterbukaan terkait Papua. 

Rencana itu muncul ditengah seruan oleh pemerintah Pasifik terhadap Perserikatan Bangsa Bangsa untuk membuat laporan atas meluasnya pelanggaran HAM di terhadap rakyat West Papua.

Hal ini menjadi isu sensitif bagi Jakarta yang kerap kali merasa terganggu dan menentang apa yang disebut ‘intervensi dari luar atas isu domestik’ Indonesia.

Bulan lalu, Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull meyakinkan Presiden Joko Widodo atas dukungan Canberra bagi kedaulatan Indonesia atas Papua.

ULMWP menyadari bahwa kunjungan Bishop bukan bagian dari misi pencari fakta hak azasi manusia, namun dikatakan kunjungan tetap  penting sehingga pemerintah negeri lain dapat mengetahui lebih banyak terkait situasi di Papua.

ULMWP yang berstatus peninjau dalam Melanesian Spearhead Group (MSG), mendesak pemerintah Indonesia agar memberikan akses bebas Menlu Australia itu ke West Papua dan bertemu kelompok-kelompok komunitas.

Menurut juru bicara ULMWP, Benny Wenda, kunjungan pendek dan terbatas Menteri-Menteri Luar Negeri MSG di tahun 2014 menjadi bukti bahwa Jakarta sejauh ini gagal membuka akses pada pemerintah-pemerintah luar negeri di wilayah Papua.

ULMWP tetap mengampanyekan sedang terjadinya genosida perlahan di Papua melalui konflik bersenjata, pembunuhan kilat, pemenjaraan Orang Asli Papua dan marginalisasi kebudayaan Papua.(*)

loading...

Sebelumnya

Pelapor Khusus harus kunjungi pelosok Papua

Selanjutnya

Uskup Agung di Oceania prihatin masalah HAM Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe