PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Jawa
  3. Aplikasi matematika bisa bantu operasi kanker payudara
  • Kamis, 09 Maret 2017 — 15:15
  • 1247x views

Aplikasi matematika bisa bantu operasi kanker payudara

Sangat bermanfaat dalam teknologi kedokteran, mengklasifikasi para pasien penderita kanker payudara untuk menentukan apakah mereka perlu dioperasi atau cukup dengan pengobatan.
Ilustrasi (Jubi/RadboudUniversiteit.NL)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Bogor, Jubi - Guru Besar Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof I Wayan Mangku, M.Sc mengenalkan matematika tidak hanya sebagai ilmu berhitung tetapi dapat dimanfaatkan untuk kemajuan IPTEK diantaranya, ilmu medis seperti untuk operasi kanker payudara.

"Model stokastik merupakan bagian dari model matematika yang menggunakan konsep-konsep peluang yang dibangun berdasarkan fungsi dan barisan peubah acak," kata Wayan di Bogor, Kamis ( 9/3).

Ia menyebutkan, diperlukan suatu model untuk penyederhanaan sebagai akibat dari semakin kompleksnya berbagai fenomena dan masalah nyata, sehingga fenomena tersebut lebih mudah dimengerti atau ditemukan solusi masalahnya.

"Salah satu model yang banyak digunakan dalam penyederhanaan permasalahan adalah model matematika," katanya.

Pada 1992 silam, ia bekerjasama dengan Dr S Ganeshanandam dari Curtin University of Technology, Western Australia, untuk memberikan solusi terhadap kekhawatiran pasien penderita kanker payudara.

Kolaborasi tersebut berhasil membuat suatu metode yang dapat digunakan untuk menduga peluang kesalahan klasifikasi oleh 'location model Krzanowski' dengan menggunakan teknik 'balanced boostrap'.

Model ini, lanjutnya, sangat bermanfaat dalam teknologi kedokteran, mengklasifikasi para pasien penderita kanker payudara untuk menentukan apakah mereka perlu dioperasi atau cukup dengan pengobatan.

"Nah, dengan model stokastik ini peluang bahwa keputusan oleh teknologi adalah salah dapat diperkirakan," katanya.

Pada 1975, Prof Krzanowski dari University of Reading, Inggris yang menerbitkan fungsi diskriminan yang pengubahnya terdiri atas campuran antara peubah biner dan normal, yang disebut 'location model for discriminant and classification'.

Model tersebut kemudian digunakan dalam teknologi kedokteran untuk menentukan apakah seseorang yang terdeteksi kanker payudara, harus dioperasi atau cukup hanya dengan pengobatan.(*)

#

Sebelumnya

Awas mafia perkebunan sawit merambah Papua

Selanjutnya

Semua pihak harus bersinergi bangun kota Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua