Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Aplikasi matematika bisa bantu operasi kanker payudara
  • Kamis, 09 Maret 2017 — 15:15
  • 1560x views

Aplikasi matematika bisa bantu operasi kanker payudara

Sangat bermanfaat dalam teknologi kedokteran, mengklasifikasi para pasien penderita kanker payudara untuk menentukan apakah mereka perlu dioperasi atau cukup dengan pengobatan.
Ilustrasi (Jubi/RadboudUniversiteit.NL)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Bogor, Jubi - Guru Besar Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof I Wayan Mangku, M.Sc mengenalkan matematika tidak hanya sebagai ilmu berhitung tetapi dapat dimanfaatkan untuk kemajuan IPTEK diantaranya, ilmu medis seperti untuk operasi kanker payudara.

"Model stokastik merupakan bagian dari model matematika yang menggunakan konsep-konsep peluang yang dibangun berdasarkan fungsi dan barisan peubah acak," kata Wayan di Bogor, Kamis ( 9/3).

Ia menyebutkan, diperlukan suatu model untuk penyederhanaan sebagai akibat dari semakin kompleksnya berbagai fenomena dan masalah nyata, sehingga fenomena tersebut lebih mudah dimengerti atau ditemukan solusi masalahnya.

"Salah satu model yang banyak digunakan dalam penyederhanaan permasalahan adalah model matematika," katanya.

Pada 1992 silam, ia bekerjasama dengan Dr S Ganeshanandam dari Curtin University of Technology, Western Australia, untuk memberikan solusi terhadap kekhawatiran pasien penderita kanker payudara.

Kolaborasi tersebut berhasil membuat suatu metode yang dapat digunakan untuk menduga peluang kesalahan klasifikasi oleh 'location model Krzanowski' dengan menggunakan teknik 'balanced boostrap'.

Model ini, lanjutnya, sangat bermanfaat dalam teknologi kedokteran, mengklasifikasi para pasien penderita kanker payudara untuk menentukan apakah mereka perlu dioperasi atau cukup dengan pengobatan.

"Nah, dengan model stokastik ini peluang bahwa keputusan oleh teknologi adalah salah dapat diperkirakan," katanya.

Pada 1975, Prof Krzanowski dari University of Reading, Inggris yang menerbitkan fungsi diskriminan yang pengubahnya terdiri atas campuran antara peubah biner dan normal, yang disebut 'location model for discriminant and classification'.

Model tersebut kemudian digunakan dalam teknologi kedokteran untuk menentukan apakah seseorang yang terdeteksi kanker payudara, harus dioperasi atau cukup hanya dengan pengobatan.(*)

loading...

#

Sebelumnya

Awas mafia perkebunan sawit merambah Papua

Selanjutnya

Semua pihak harus bersinergi bangun kota Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2996x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1174x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1152x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe