Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kurikulum 2013 menjadi andalan SMKN 4 Jayapura
  • Jumat, 10 Maret 2017 — 13:28
  • 635x views

Kurikulum 2013 menjadi andalan SMKN 4 Jayapura

"Yang jelas ada barang baru pasti ada kendala dan tidak mulus berjalan 100 persen, namun berjalannya waktu kami semua guru saling belajar dan sebagian guru diberikan diklat oleh pusat, sehingga masalah-masalah tersebut bisa diatasi dan K13 yang sudah berjalan empat tahun tidak ada masalah lagi," katanya.
Suasana proses belajar-mengajar di SMAN 4 Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala SMAN 4 Jayapura Laba Sembiring bersyukur sekolahnya dijadikan percontohan penerapan K13 (Kurikulum 2013). Sekolah ini satu-satunya di Jayapura yang ditunjuk Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menerapkan K13.

Selain jadi sekolah percontohan, kata Laba, sekolahnya juga menjadi sekolah pembina bagi tiga sekolah negeri dan swasta untuk penerapan kurikulum tersebut. Sekolah tersebut adalah SMAN 3 Bupar, SMAN 2 Jayapura, dan SMA Mandala, Trikota.
 
"Kami sebagai induk klaster wajib membina tiga sekolah untuk bisa menjadi pelaksana K13, kami difasilitasi oleh pemerintah pusat dengan dana grand untuk melatih tiga sekolah tersebut," ujarnya kepada Jubi, Kamis (9/3/2017).
 
Sembiring menambahkan, sebagai sekolah induk klaster yang harus mengimbas ke sekolah-sekolah lain, maka pihaknya harus selangkah lebih di depan. Apalagi pada 2016 SMAN 4 Jayapura adalah sekolah rujukan sehingga sekolah yang ingin melaksanakan K13 bisa melihat cara pembelajaran pada K13.
 
Wakil Kepala SMAN 4 Jayapura Bidang Kurikulum, Subiyanto mengatakan, pada awal penerapan K13 sedikit mendapat kendala karena sewaktu menggunakan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) guru lebih aktif ketimbang siswa.
 
"Yang jelas ada barang baru pasti ada kendala dan tidak mulus berjalan 100 persen, namun berjalannya waktu kami semua guru saling belajar dan sebagian guru diberikan diklat oleh pusat, sehingga masalah-masalah tersebut bisa diatasi dan K13 yang sudah berjalan empat tahun tidak ada masalah lagi," katanya.
 
Untuk siswa, jelas Subiyanto, pada mulanya memang mengalami kendala karena sistem pembelajaran K13 berbeda dengan Kurikulum 2006.
 
"Di K13, siswa pada saat masuk sudah harus dijuruskan, ada yang ke Matematika IPA (MIPA), IPS, dan Bahasa tetapi di kami Cuma ada MIPA dan Bahasa, selanjutnya peserta didik juga harus menyesuaikan proses pembelajarannya yang meliputi pendekatan ilmiah melalui mengamati dan bertanya, jadi siswa diminta harus proaktif," ujarnya. (*)
Attachments area

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Terkait USBN, Dinas keluarkan peringatan keras pada kepsek

Selanjutnya

Usia SMP masih SD, potret pelajar dari Mambramo Raya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe