Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI Papua dorong usaha penukaran uang di seluruh perbatasan
  • Jumat, 10 Maret 2017 — 13:57
  • 643x views

BI Papua dorong usaha penukaran uang di seluruh perbatasan

Menurut Joko, sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 dan Surat Edaran (SE) Nomor 18/42/DKSP tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank semua usaha penukaran uang diwajibkan mengurus perizinan.
Bank Indonesia Perwakilan Papua melakukan sosialisasi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank – Jubi/ Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua tak hanya mendorong pelaku usaha  Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau ‘money changer’ di daerah Skouw-Kota Jayapura, tapi juga di seluruh Perbatasan RI-PNG di wilayah Papua.
 
"Kalau di daerah perbatasan kita dorong mereka untuk mengajukan izin saja, karena di sana ada, kebanyakan dilakukan oleh perorangan dan kami harap mereka bisa mengikutinya," ujar Joko Supratikto kepada wartawan di sela sosialisasi KUPVA BB di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (9/3/2017).
 
Menurut Joko, sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 dan Surat Edaran (SE) Nomor 18/42/DKSP tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank semua usaha penukaran uang diwajibkan mengurus perizinan.
 
Untuk di Papua, kata Joko, ada tiga usaha di Jayapura yang sudah mengantongi izin.
 
“Apabila masih terdapat KUPVA BB yang tidak berizin hingga 7 April 2017, Bank Indonesia akan merekomendasikan penghentian kegiatan usaha dan pencabutan izin usaha,” ujarnya.
 
Dalam pelaksanaan penghentian usaha tersebut, Bank Indonesia akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pihak lain.
 
Menurut Joko, BI sudah melakukan sosialisasi di perbatasan dan kini untuk wilayah kota dengan sasaran KUPVA, perhotelan, toko emas, dan agen perjalanan.
 
"Biasanya perhotelan masih menerima pembayaran dengan mata uang asing, kemudian travel masih menawarkan paket wisata dengan valuta asing," katanya.
 
Asisten Direktur Departemen Kebijakan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Miftah Fuazi meminta pengusaha membuat gerai perusahaannya yang beroperasi di perbatasan jika mempekerjakan orang di perbatasan.
 
“Kami berikan pengurusan yang tak dipungut biaya alias gratis, kami harap mereka akan mematuhinya dan mereka membuka gerai-gerai penukaran resmi di wilayah perbatasan,” ujarnya.
 
M. Syahbal, pemilik KUPVA yang sudah berdiri lebih sepuluh tahun di wilayah Entrop mengaku, penukaran didominasi dengan mata uang PNG (Kina-red) dan ia hanya melayani para customer dari wilayah PNG.
 
“Ini semua tergantung dengan pemasukan saja, tetapi jika mau jujur ini hanya digunakan di Papua tidak bisa dibawa kemana-mana, jadi mereka akan beli kembali jika mau pulang kampung,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

BI Papua musnahkan uang Rp211 miliar

Selanjutnya

Diboikot Agen, Garuda tetap potong komisi agen perjalanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe