PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. FKMI Puncak Jaya tolak PSU
  • Jumat, 10 Maret 2017 — 15:32
  • 1055x views

FKMI Puncak Jaya tolak PSU

Ketua FKMI Puncak Jaya, Philemon Tabuni menilai PSU hanya akan mempengaruhi keamanan yang saat ini tidak kondusif pasca penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU setempat beberapa waktu lalu.
Simpatisan pendukung salah satu pasangan calon Pilkada Puncak Jaya saat berdemo di depan kantor KPU Provinsi Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Forum Komunikasi Masyarakat Intelektual (FKMI) Kabupaten Puncak Jaya, menolak dengan tegas dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di enam Distrik seperti yang dituntut oleh massa pendukung dari kandidat nomor urut 2, Yustus Wonda-Kirenius Telenggen.

Ketua FKMI Puncak Jaya, Philemon Tabuni menilai PSU hanya akan mempengaruhi keamanan yang saat ini tidak kondusif pasca penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU setempat beberapa waktu lalu.

"Yang kami kuatirkan adalah keamanan yang akhir ini tidak kondusif untuk masyarakat. Juga pertimbangan biaya, dan juga energi yang akan kembali terkuras jika PSU ini dilakukan," kata Tabuni kepada wartawan melalui telepon seluler, di Jayapura, Kamis (9/3/2017).

Menurutnya, semua proses tahapan yang dilakukan KPU dan Panwaslu sudah sesuai aturan dan mekanisme. Oleh karena itu hasil penetapan yang dibawa ke KPU Provinsi dan Pusat, seharusnya dapat diterima oleh semua kandidat. "Sebab hasil ini kan baru dipelajari apa ada masalah atau tidak. Soal keputusannya nanti itu serahkan ke KPU Provinsi dan Pusat," ucapnya.

Dia menambahkan, jika ada pihak yang merasa dirugikan sebaiknya diserahkan melalui jalur hukum yakni dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Sebelumnya, seratusan simpatisan pendukung salah satu pasangan calon Pilkada Puncak Jaya hingga kini masih bertahan di halaman Kantor KPU Provinsi Papua, menunggu kepastian jawaban terkait tuntutan mereka untuk dilakukan PSU di enam Distrik.

Meski telah ditemui langsung oleh Ketua KPU, Adam Arisoy namun massa dari pasangan nomor urut 1, Yustus Wonda-Kirenius Telenggen itu ternyata belum puas atas jawaban yang diberikan. Melalui koordinatornya, Derius Wonda mereka tetap ngotot untuk harus dilakukan PSU.

"KPU dan Panwas kabupaten Puncak Jaya tidak mengerti dengan aturan dan tupoksinya untuk mengeluarkan rekomendasi ke MK, sementara perhitungan suara belum selesai. Masih ada enam distrik yang di nolkan," tukas Derius dalam orasinya. (*)
 

Sebelumnya

Kesepakatan bersama, usaha dagang pinggiran kota Jayawijaya khusus warga lokal

Selanjutnya

Relawan Jimi Asso Bupati Jayawijaya terbentuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua