PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Usia SMP masih SD, potret pelajar dari Mambramo Raya
  • Sabtu, 11 Maret 2017 — 03:49
  • 701x views

Usia SMP masih SD, potret pelajar dari Mambramo Raya

Ternyata mereka adalah anak-anak yang pindah dari SD di Kampung Taya, Mambramo Raya. Yoki Awaki, 14 tahun, masih duduk di Kelas 5 di SD YPK Netar. Sedangkan Lusiana, 14 tahun, baru duduk di kelas 3.
Murid SD YPK Kampung Netar saat lomba fashion show- Jubi/ David Sobolim.
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura Jubi - Ada pemandangan menyolok di SD (Sekolah Dasar) YPK Netar di Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Di tengah murid yang berusia 8-12 tahun, ada beberapa murid yang berbadan besar berusia 14-15 tahun yang semestinya sudah duduk di SMP.

Ternyata mereka adalah anak-anak yang pindah dari SD di Kampung Taya, Mambramo Raya. Yoki Awaki, 14 tahun, masih duduk di Kelas 5 di SD YPK Netar. Sedangkan Lusiana, 14 tahun, baru duduk di kelas 3.
 
Kepada Jubi, Yoki bercerita di sekolah lamanya guru-guru tidak ada bertugas. Mereka hanya datang ke kampungnya ketika ujian. Akibatnya banyak murid yang tak bisa baca-tulis. Karena itu pada 2015 ia dibawa kakaknya untuk sekolah di kota. Tapi karena tidak bisa baca-tulis akhirnya dibawa kakaknya ke SD YPK dan diterima.   
 
“Sa mau sekolah!” katanya.
 
Yoki mengatakan, sangat kewalahan berkomunikasi dengan baik, karena penempatan kata dan masih ragu berbahasa Indonesia dengan baik.
 
Lusiana seumur dengan Yoki. Ia tidak naik kelas beberapa kali sehingga masih kelas 3. Itu karena ia masih belum bisa membaca dan menulis.
 
Kepala SD YPK Netar, Benselina M. Ohee mengatakan, di sekolahnya ada puluhan murid dari Kampung Taya, Kabupaten Membramo Raya yang rata-rata belum bisa menulis dan membaca.
 
“Saat mereka mencoba masuk ke SD negeri, tetapi karena belum tahu baca dan menulis, jadi kakak-kakak mereka bawa ke sini untuk didik mereka,” katanya kepada Jubi beberapa waktu lalu.
 
Ohee mengatakan, karena usia mereka yang mestinya SMP akhirnya dimasukan ke kelas 3 dan 4. Sebab karena tak bisa tulis-baca, jika dimasukan ke kelas 1 dan 2 bisa makin ketinggalan.
 
Omdeni, salah seorang orang tua anak-anak tersebut berterima kasih kepada SD YPK Netar yang mau menampung anak-anak dari Taya, sebab sekolah lain tak mau menerima. Sebagian anak-anak tersebut, katanya, sudah masuk SMP.
 
Ia berharap pemerintah dan pemerhati pendidikan di Propinsi Papua memperhatikan hal tersebut. Karena kabupaten lain maju, sedangkan satu kabupaten ketinggalan di bidang pendidikan. (*)

Sebelumnya

Kurikulum 2013 menjadi andalan SMKN 4 Jayapura

Selanjutnya

Fasilitator nasional lakukan supervisi di beberapa sekolah di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua