Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI Papua dorong usaha ‘money changer’ di seluruh perbatasan
  • Sabtu, 11 Maret 2017 — 13:55
  • 1805x views

BI Papua dorong usaha ‘money changer’ di seluruh perbatasan

"Kalau di daerah perbatasan kita dorong mereka mengajukan izin saja, karena di sana ada, kebanyakan dilakukan perorangan," ujar Joko Supratikto di sela sosialisasi KUPVA BB di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (9/3/2017).
Bank Indonesia Perwakilan Papua melakukan sosialisasi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank – Jubi/ Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua tak hanya mendorong pelaku Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau ‘money changer’ di daerah Skouw-Kota Jayapura, tapi juga di seluruh Perbatasan RI-PNG di wilayah Papua.
 
"Kalau di daerah perbatasan kita dorong mereka mengajukan izin saja, karena di sana ada, kebanyakan dilakukan perorangan," ujar Joko Supratikto di sela sosialisasi KUPVA BB di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (9/3/2017).
 
Menurut Joko, sesuai Peraturan BI No.18/20/PBI/2016 dan Surat Edaran No. 18/42/DKSP tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank semua usaha penukaran uang wajib mengurus perizinan. Di Papua, kata Joko, ada tiga usaha di Jayapura yang sudah mengantongi izin.
 
“Apabila masih terdapat KUPVA BB yang tidak berizin hingga 7 April 2017, Bank Indonesia akan merekomendasikan penghentian kegiatan usaha dan pencabutan izin usaha,” ujarnya.
 
Menurut Joko, BI sudah melakukan sosialisasi di perbatasan dan kini untuk wilayah kota dengan sasaran KUPVA, perhotelan, toko emas, dan agen perjalanan.
 
"Biasanya perhotelan masih menerima pembayaran dengan mata uang asing, kemudian travel masih menawarkan paket wisata dengan valuta asing," katanya.
 
Asisten Direktur Departemen Kebijakan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Miftah Fuazi meminta pengusaha membuat gerai perusahaannya yang beroperasi di perbatasan jika mempekerjakan orang di perbatasan.
 
M. Syahbal, pemilik KUPVA yang sudah berdiri lebih sepuluh tahun di wilayah Entrop mengaku, penukaran didominasi dengan mata uang PNG (Kina-red) dan ia hanya melayani para customer dari wilayah PNG.
 
“Ini hanya digunakan di Papua tidak bisa dibawa kemana-mana, jadi mereka akan beli kembali jika mau pulang kampung,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Garuda Indonesia diminta buka rute Sentani-PNG

Selanjutnya

Garuda-Trigana kerja sama konektivitas penerbangan di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe