Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Empat kampung bahas aturan Kawasan Perikanan Adat
  • Sabtu, 11 Maret 2017 — 14:29
  • 1104x views

Empat kampung bahas aturan Kawasan Perikanan Adat

“Masyarakat adat diperkuat bagaimana sebenarnya mengelola sumber daya dengan baik,” kata Krist Thebu di Kampung Warsambin, Teluk Mayalibit, Raja Ampat, Jumat (10/3/2017).  
Suasana pertemuan masyarakat Kampung Mumes, Yesner, Lopintol dan Kampung Warsambin saat membahas pengelolaan berkelanjutan di kawasan perairan Adat Teluk Mayalibit – Jubi/Florence Niken  
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Masyarakat adat dari empat kampung, yaitu kampung Mumes, Yesner, Warsambin dan Kampung Lopintol, Raja Ampat, Papua Barat membahas aturan bersama soal pengelolaan perikanan adat di Teluk Mayalibit. 

Aturan ini akan disepakati saat penetapan Kawasan Perikanan Adat (KPA), 17 Februari lalu. 

Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Maya Raja Ampat, Krist Thebu mengatakan, pertemuan kali ini penting karena membahas keberlanjutan tentang pengelolaan perikanan, termasuk terkait alat tangkap dan mengontrol orang-orang yang keluar-masuk mencari sumber daya tanpa izin. 

“Masyarakat adat diperkuat bagaimana sebenarnya mengelola sumber daya dengan baik,” kata Krist Thebu di Kampung Warsambin, Teluk Mayalibit, Raja Ampat, Jumat (10/3/2017).  

Menurutnya pertemuan ini masih akan dilanjutkan dengan pertemuan lainnya, mengingat masyarakat adat terutama tokoh adat masih perlu pendampingan dalam memahami pengelolaan kawasan perikananannya. 

Ia mengharapkan agar dengan pengelolaan yang tepat kawasan ini dapat menjadi contoh bagi kawasan lainnya.

Warga Kampung Mumes, Marthen Dimara (68) mengharapkan hal ini memberikan kebaikan bagi masyarakat demi keberlanjutan anak cucu. 

“Semoga kesepakatan bersama yang dibangun antarkampung ini akan memberikan banyak manfaat,” kata Marthen. 

Kawasan Perikanan Adat (KPA) di Teluk Mayalibit dideklarasikan tanggal 17 Februari 2017. Deklarasi ini bertujuan untuk mengatur sumber daya perikanan secara adat. 

Dubes AS kunjungi Teluk Mayalibit

Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat, Joseph L. Donovan sehari sebelumnya mengunjungi Kawasan Perikanan Adat (KPA) Teluk Mayalibit. 

Kedatangan Joseph disambut baik oleh masyarakat setempat dengan tarian suling tambur. Setelah itu dilajutkan dengan pertemuan bersama masyarakat. 

“Tentu kedatangannya sangat dihargai, apalagi kedatangannya untuk melihat secara langsung konservasi yang betul-betul datang dari masyarakat sendiri. Dan telah dibangun secara turun-temurun. Masyarakat telah dengan sadar membangun  dan mengelola kawasannya,” kata Thris. 

Warga Kampung Warsambin, Metulasak Mansabon mengatakan, ini kali pertama mereka menerima kedatangan tamu seorang dubes. Oleh karena itu, diharapkan kehadirannya bisa memacu semangat generasi berikut untuk turut berperan dalam menjaga dan melindungi kawasannya sebagai satu kesatuan. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Amerika dukung Raja Ampat jadi wilayah konservasi dunia

Selanjutnya

KPU tetapkan pemenang pilkada Sorong usai putusan MK

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua