Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Berkas permohonan grasi Uwamang sudah di meja Presiden Jokowi
  • Minggu, 12 Maret 2017 — 12:19
  • 851x views

Berkas permohonan grasi Uwamang sudah di meja Presiden Jokowi

Ia berharap, Presiden Jokowi mengabulkan permohonan grasi Uwamang, dan memberikan pengampunan dari terpidana seumur hidup menjadi terpidana sementara.
Antonius Uwamang - Reuters.com
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Wilhelmus Pigai, anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM yang selama ini menangani proses grasi dan pemindahan terpidana seumur hidup Antonius Uwamang ke Papua menyatakan, sekarang ini berkas permohonan grasi Uwamang telah sampai kepada Presiden Jokowi.

Legislator dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya itu mengatakan, pihaknya terus berupaya memenuhi keinginan keluarga agar Uwamang mendapat grasi atau pengurangan hukuman dari Presiden, dan penahanannya dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Papua.

"Mengenai permohonan grasi, sudah masuk surat DPR Papua ke Presiden Jokowi. Beberapa waktu lalu, saya bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno. Mensesneg menyampaikan surat permohonan grasi itu sudah di meja Presiden Jokowi," kata Wilhelmus Pigai via teleponnya kepada Jubi, Jumat (10/3/2017).

Ia berharap, Presiden Jokowi mengabulkan permohonan grasi Uwamang, dan memberikan pengampunan dari terpidana seumur hidup menjadi terpidana sementara.

"17 Februari 2017, Komisi I DPR Papua melakukan rapat dengan Direktur Pidana Kementerian Hukum dan HAM dan Dirjen Lapas. Kami rapat mengenai grasi saudara Anton. Pada prinsipnya mereka mendukung. Mereka menyatakan Anton memiliki hak yang sama dengan warga binaan lainnya," ujarnya.

Apakah nanti permohonan grasi Antonius Uwamang disetujui Presiden Jokowi atau tidak kata Pigai, itu merupakan hak prerogatif presiden dengan pertimbangan Mahkamah Agung (MA).

"Namun saya harap jangan dilihat dari apa yang dilakukan Anton. Tapi lihat dari sisi kemanusiaannya. Anton adalah warga negara juga. Punya hak yang sama dengan dengan warga negara lainnya," kata Pigai.
Sudah 11 tahun lebih, Antonius Uwamang menjalani hukuman di Lapas Cipinang, Jakarta. Selama itu, keluarga tak pernah melihat Anton.

"Kami tidak pernah melihat dia selama 11 tahun. Kami sedih. Kami minta pemerintah pindahkan dia ke Timika," kata Denas Uwamang, adik kandung Antonius Uwamang kepada Jubi belum lama ini.

Anton divonis seumur hidup dengan tuduhan melakukan penembakan terhadap konvoi kendaraan karyawan PT Freeport Indonesia, 21 Agustus 2002 yang mengakibatkan dua warga Amerika, Ricky Lynn Spier (44 tahun) dan Leon Edwin Burgon (71) serta warga Indonesia, Bambang Riwanto meninggal dunia.

Selain Anton, dua rekannya Yulianus Deikme dan Agustinus Anggaibak dituntut hukuman 15 tahun penjara. Yairus Kiwak, Pendeta Ishak Onawame, Esau Onawame dan Hardi Sugumol dituntut hukuman delapan tahun penjara.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bertemu Dubes AS, DPRP angkat isu HAM dan kebebasan berpendapat

Selanjutnya

Kredit macet, Komisi III DPRP undang direksi Bank Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua