PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Transaksi valas di Papua rata-rata Rp500 juta per bulan
  • Minggu, 12 Maret 2017 — 16:57
  • 529x views

Transaksi valas di Papua rata-rata Rp500 juta per bulan

Di Indonesia KUPVA terbagi dua, kata Joko. Ada KUPVA Bank dan KUPVA BB. KUPVA BB tempat khusus untuk melakukan penukarkan valuta asing.
Acara sosialisasi valuta asing Bank Indonesia Perwakilan Papua disalah satu hotel di Jayapura - Jubi/ Sindung.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat, tiap bulan transaksi valuta asing berdasarkan pembelian dan penjualan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) 2017 rata-rata Rp500 juta per bulan.

“Berdasarkan total transaksi valas (pembelian dan penjualan) 2017 ini, rata-rata pembelian Januari Rp1.016.385.600 dan Februari Rp 518.000.000 dan untuk penjualan 2017, Januari Rp1.284.045.842 dan Februari Rp 616.945.364,” kata Joko Supratikto, kepala Perwakilan BI pada acara sosialisasi valuta asing di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (9/3/2017).
 
Menurutnya, saat ini di Papua ada tiga kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang masih aktif.
 
Di Indonesia KUPVA terbagi dua, kata Joko. Ada KUPVA Bank dan KUPVA BB. KUPVA BB tempat khusus untuk melakukan penukarkan valuta asing.
 
Salah satu kewajiban KUPVA BB adanya badan hukum perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki Warga Negara Indonesia (WNI) dan atau badan usaha yang seluruh sahamnya dimiliki WNI.
 
“Untuk mendapatkan izin sebagai penyelenggara KUPVA BB, pemohon cukup menyampaikan permohonan secara tertulis kepada BI yang dilampirkan dengan dokumen perizinan dan tidak dipungut biaya,” ujarnya.
 
M Syahbal, pemilik KUPVA yang sudah berdiri puluhan tahun ini di wilayah Entrop mengaku, penukaran didominasi dengan mata uang PNG (Kina-red) dan ia hanya melayani para customer dari wilayah PNG.
 
“Ini semua tergantung dengan demand saja tetapi jika mau jujur ini hanya digunakan di Papua tidak bisa dibawa kemana-mana, jadi mereka akan beli kembali jika mau pulang kampung,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Garuda-Trigana kerja sama konektivitas penerbangan di Papua

Selanjutnya

Mulai 1 April ada aturan baru untuk cek dan warkat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua