Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Mayoritas pencuri di Pelabuhan Merauke adalah Anak-anak
  • Minggu, 12 Maret 2017 — 21:53
  • 1033x views

Mayoritas pencuri di Pelabuhan Merauke adalah Anak-anak

“Seperti kemarin, pencurian kabel itu dilakukan sekitar 15 orang anak-anak,” jelas Waka Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Merauke, Ipda I Ketut Wardana, Senin (6/3/2017).
Pelabuhan perikanan Merauke – Jubi/Frans
Angela Flassy
angela@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Pelaku pencurian di daerah Pelabuhan Laut Merauke, Papua adalah anak-anak. Rata-rata berusia 8-12 tahun. Kurangnya perhatian dari orangtua diperkirakan sebagai penyebab fenomena itu.

Dilansir dari suaramerauke, rombongan anak-anak kerap terlihat berkeliling di sekitar pelabuhan dengan tujuan mencuri.

“Seperti kemarin, pencurian kabel itu dilakukan sekitar 15 orang anak-anak,” jelas Waka Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Merauke, Ipda I Ketut Wardana, Senin (6/3/2017).

Wardana menuuturkan, anak-anak itu berkerja secara berkelompok dengan sistem kerja yang sangat terorganisir.

“Mereka sangat pintar. Ada yang berperan sebagai pengambil, ada yang berperan sebagai pengawas untuk memberikan isyarat ketika ada yang melihat aksi mereka,” tuturnya.

Menurutnya, secara hukum anak-anak ini sudah pasti tidak bisa diproses karena mereka belum mengerti. Namun ia sangat mengkhawatirkan perkembangan psikogis anak-anak tersebut.

“Tentunya akan berdampak pada masa depan anak-anak itu sendiri. Mereka bisa jauh lebih jahat ketika dewasa sebab telah terbiasa melakukannya sejak usia dini,” katanya.

Untuk itu ia menyayangkan jika keadaan seperti itu terus dibiarkan tanpa ada upaya pencegahan. “Mereka akan semakin banyak terlibat dalam kasus kriminalitas,” ujarnya.

Pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kapolres Merauke dan Pemda Merauke, guna membina anak-anak tersebut. “Kita ingin supaya anak-anak ini bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kita arahkan mereka ke hal-hal yang baik,” katanya.

Melihat permasalahan tersebut Anggota Komisi A DPRD Merauke, Papua, Heribertus Silubun, seperti dilansir suaramerauke mengatakan pembentuk moral dan etika anak adalah orangtua dan keluarga sejak masih usia dini.

“Kalau keluarga sendiri sudah mengabaikan anak-anak berarti pemerintah harus melihat dan bertindak. Dalam hal ini dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Supaya tidak terjadi pembiaran,” katanya.

Menurutnya ketika persoalan tersebut dibiarkan, bencana kehancuran dan kegagalan generasi bangsa di Merauke akan semakin sulit diatasi. (*)

loading...

Sebelumnya

Sejumlah tempat jadi lokasi judi, kapolres Merauke kaget

Selanjutnya

Chaerul: Para kepala kampung di Boven Digoel konsultasi tak perlu kota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe