PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Dana BOS diduga jadi “lahan basah” di Sorong
  • Senin, 13 Maret 2017 — 14:13
  • 425x views

Dana BOS diduga jadi “lahan basah” di Sorong

Aktivis pendidikan Robertus Nauw mengatakan minimnya pengawasan menjadikan dana BOS rawan dikorupsi. Dana BOS menjadi semacam “lahan basah” bagi segelintir oknum untuk bagi-bagi jatah.
Ilustrasi anak-anak sekolah di Sorong - Jubi/Dok.
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Aktivis pendidikan di Kabupaten Sorong, Papua Barat menyayangkan minimnya pengawasan Dinas Pendidikan setempat terhadap penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di tiap sekolah.

Aktivis pendidikan Robertus Nauw mengatakan minimnya pengawasan menjadikan dana BOS rawan dikorupsi. Dana BOS menjadi semacam “lahan basah” bagi segelintir oknum untuk bagi-bagi jatah.

Ia mencontohkan di SD Kampung Bainkete, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong.

“Ada oknum kepala sekolah minta jatah Rp 5 juta sebelum tanda tangan ijazah dan rapor, bahkan belum lama ini dana BOS dibagi habis antara oknum kepala sekolah kepada istrinya yang nota bene bukan guru tapi mendapat jatah Rp 5 juta, oknum komite sekolah dapat jatah Rp 2 juta dan kepala sekolah dapat jatah Rp 1 juta,” katanya kepada Jubi di Sorong, Sabtu (11/3/2017).

Dugaan-dugaan penyalahgunaan dana pendidikan seperti ini dinilainya sangat memalukan. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk belanja operasional sekolah malah dijadikan “sumber” penghidupan bagi segelintir orang.

“Kami menyayangkan praktik ketidaktransparan penggunaan dana BOS di kalangan sekolah di wilayah terpencil dan pinggiran yang tidak diawasi dengan baik,” katanya.

Laman resmi salur.bos.kemdikbud.go.id tak menyebutkan informasi umum penyaluran dana BOS tahun 2017 di Papua Barat. Namun dalam laman bos.kemdikbud.go.id dilansir rekapitulasi per komponen Provinsi Papua Barat tahun 2016 untuk semua sekolah sebagai berikut: triwulan pertama Rp 5.682.661.226, triwulan kedua Rp 8.133.324.906, triwulan ketiga Rp 7,594,609,792 dan triwulan keempat 6,573,218,864.

Ia pun meminta agar masyarakat dan orangtua siswa berperan dalam pengawasan terhadap alokasi dana tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Minggu malam (12/3/2017) belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kabupaten Sorong dan sekolah yang ada di SD Kampung Bainkete, Distrik Makbon.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat di Aimas, Rabu (4/5/2016) saat melantik 61 kepala sekolah seperti dilasir laman resmi sorongkab.go.id, 5 Mei 2016   mengingatkan agar para kepala sekolah dapat mengelola dana Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dengan baik.


“Dengan dilantiknya sebanyak 61  Kepsek (kepala sekolah) baik SD, SMP dan SMU  di Kabupaten Sorong, diharapkan adanya pejabat baru tersebut bisa mengelola peruntukkan dana Bosda lebih baiki,” kata Kepas.

Aktivis Indonesian Coruption Word ( ICW) Perwakilan Kabupaten Sorong, Rudy Sinama mengaku terkejut atas dugaan penyelewengan dana BOS tersebut. Oleh karena itu, ia berjanji akan segera mengecek soal transparansi penggunaan dana tersebut.

“Jika terbukti ada indikasi korupsi, maka masalah ini akan segera dilaporkan ke Polda dan Mabes Polri, serta kejaksaan untuk ditindaklanjuti agar peruntukan dana tersebut benar-benar menyentuh kepentingan rakyat,” katanya.

Robertus Nauw juga menyoroti kondisi pendidikan di kabupaten Sorong, terutama di daerah pinggiran yang sangat semrawut.

Ia mengatakan, guru-guru kerap tak masuk sekolah dan meninggalkan sekolah berhari-hari lamanya.

 “Guru PNS malas naik ke kampung untuk mengajar, namun tetap makan gaji buta dengan seenaknya tanpa ada pemikiran bersalah,” kata Robertus.

Perilaku dan mental guru-guru PNS bahkan mengakibatkan guru-guru honor tak betah mengajar.

“Belajar bukan sekedar memperoleh ijazah dan guru-guru yang mengajar pula bukan sekedar sibuk atas nama urus sertifikasi dan masalah,” katanya. (*)

 

Sebelumnya

Kisah guru perintis SLB di Kota Jayapura

Selanjutnya

Kepsek: Kalau ditutup anak-anak ini mau sekolah di mana?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua