Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Bomberai
  3. BKSDA dan TNC kampanye perlindungan satwa di Sorong
  • Senin, 13 Maret 2017 — 17:54
  • 896x views

BKSDA dan TNC kampanye perlindungan satwa di Sorong

Kampanye yang dilakukan di Taman DEO Sorong dan Tembok Berlin, Kampung Baru, Kota Sorong, Minggu (12/3/2017) ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rinbawan ke-34 tanggal 16 Maret dan Hari Hutan Internasional, 21 Maret.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat bersama himpunan mahasiswa pencinta alam dan TNC ketika melakukan aksi kampanye perlindungan satwa Papua di Kota Sorong – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
gendis2005.soebroto@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat bersama himpunan mahasiswa pencinta alam dan The Nature Conservancy  (TNC) menggelar aksi kampanye perlindungan satwa yang dilindungi.

Kampanye yang dilakukan di Taman DEO Sorong dan Tembok Berlin, Kampung Baru, Kota Sorong, Minggu (12/3/2017) ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rinbawan ke-34 tanggal 16 Maret dan Hari Hutan Internasional, 21 Maret.

Selain itu, aksi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya perlindungan satwa-satwa endemik Papua.

“Harapannya tentu saja dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan semakin meningkatkan jiwa korsa rimbawan, dalam rangka menjaga kelestarian hutan, untuk meningkatkan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” kata Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R. Basar Manulang.

Massa yang tidak lebih dari dua puluh orang ini membentangkan spanduk dan poster berisi ajakan. Di antaranya bertuliskan “Save Bird of Paradise”, “Stop Jual Beli Yakob” dan “Butuh Hutan yang Bebas, Bukan Kandang yang Tra Jelas”.

Ia tak menyebutkan satwa yang dilindungi yang diburu oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Namun disebutkan beberapa satwa endemik Papua yang harus dilindungi yaitu, kakatua jambul kuning, julang papua, semua jenis cenderawasih, mambruk dan kuskus.

Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya pelaku perburuan satwa tersebut didenda Rp 100 juta dan hukuman lima tahun penjara.

Massa aksi juga membersihkan sampah di Taman DEO dan Tembok Berlin, serta membagikan brosur bagi masyarakat yang melintas di sepanjang kawasan tersebut.

Warga Kota Sorong yang ditemui di lokasi aksi, Merlin (27) mengaku disadarkan oleh aksi tersebut. Ia bahkan baru mengetahui ada hari khusus untuk perlindungan satwa seperti hari hutan dan bakti rimbawan.

“Kalau tidak ada kegiatan ini mana saya tahu?” kata Merlin. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

15.000 jemaat hadiri pembukaan sidang sinode GKI di Waisai

Selanjutnya

Dua kampung di Kaimana baru nikmati listrik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua