Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Warga Kaimana ancam pindah ke Teluk Bintuni
  • Senin, 13 Maret 2017 — 18:14
  • 1280x views

Warga Kaimana ancam pindah ke Teluk Bintuni

“Kenapa kita usulkan itu? Karena sekarang tidak ada perusahaan. Terus kita mau pikul barang untuk mau jual melewati jarak 35 kilometer itu setengah mati,” katanya.
Salah satu jalan yang membelah gunung dan bukit di Kabupaten Kaimana – Jubi/Jacob Owen.
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Warga Kampung Pigo, Distrik Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana mengancam akan pindah ke kabupaten tetangganya, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat jika usulan mereka diabaikan.

Pasalnya sejak dua tahun terakhir warga di kampung ini mengusulkan pembangunan jalan saat Musyawarah Perencanaan Distrik (Musdis). Namun usulan ini tak pernah digubris pemerintah setempat. Oleh karena itu, diharapkan agar usulan ini diakomodir dalam APBD 2017.

“Jalan sudah ada, tapi itu jalan perusahaan. Sebelum perusahaan angkat kaki kami minta agar diperhatikan. Sudah dua tahun ini kami usulkan (jalan), tapi tidak ada. Kami hanya datang cek saja, kalau tidak ada kami akan bawakan aspirasi ini ke Kabupaten Teluk Bintuni. Kalau di sana diakomodir, kami akan nyatakan sikap untuk bergabung dengan mereka,” kata Kepala Kampung Pigo, Arkilaus Refideso saat ditemui Jubi di kantor DPRD Kaimana, Jumat (10/3/2017).

Jalan yang diusulkan untuk diakomodir dalam APBD Kaimana sepanjang 35 kilometer. Di satu sisi mereka hanya menempuh dua jam ke pusat kota Kabupaten Teluk Bintuni, sementara ke Kaimana berhari-hari lamanya.

“Kenapa kita usulkan itu? Karena sekarang tidak ada perusahaan. Terus kita mau pikul barang untuk mau jual melewati jarak 35 kilometer itu setengah mati,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kaimana, Hengky Murmana mengatakan, dirinya tak mengetahui usulan jalan dalam APBD 2017. Penetapan ABPD pun dilalui melalui mekanisme yang ada.

Ia bahkan mengaku perjalanan ke kampung ini sangat jauh. Jalan hanya dibangun perusahaan yang beroperasi di sana.

“Daerah tersebut daerah pemilihan saya. Saya tahu betul. Tetapi kalau (jalan) dimasukkan dalam APBD 2017, saya tidak tahu karena kami tidak membahasnya dengan SKPD,” kata Hengky.

Kepala Dinas PU Kaimana, Nicolaas Kuhaty mengaku usulan tersebut sudah diakomodir dan akan diajukan ke Pemprov Papua Barat.

“Tetap menjadi prioritas, dan kami sudah bicarakan dengan Pemprov Papua Barat untuk dimasukkan dalam APBD Provinsi Papua Barat untuk TA 2018, karena jalan itu ada yang ditangani lewat APBD provinsi dan ada yang ditangani APBN,” katanya.

Ia mengaku telah mengusulkan truk yang untuk mempermudah transportasi masyarakat yang membawa hasil-hasil alamnya.

“Sekali lagi, itu akan menjadi prioritas pemerintah daerah,” katanya. (Jacob Owen)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Dua kampung di Kaimana baru nikmati listrik

Selanjutnya

Gereja Alfa Omega pukau peserta sidang sinode GKI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe