PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kepsek: Kalau ditutup anak-anak ini mau sekolah di mana?
  • Senin, 13 Maret 2017 — 18:42
  • 542x views

Kepsek: Kalau ditutup anak-anak ini mau sekolah di mana?

“Peserta didik di sini kebanyakan anak-anak gelandangan yang sering mangkal di terminal, daripada mereka begitu kami datangi dan ajak mereka untuk sekolah,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa saat melakukan sidak ke SD Yapend 45, Kota Jayapura beberapa hari lalu – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Wacana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura yang akan menutup lima sekolah pada awal tahun ajaran baru 2017-2018, salah satunya SD Yayasan Pendidikan (Yapend) 45 sangat disayangkan pihak yayasan.
 
Koordinasi Yapend 45, Suharti kepada Jubi, Senin (13/3/2017) mengatakan, yayasannya sebagai pengelola sekolah bukan tidak mau mengikuti aturan nasional mengharuskan satu rombongan belajar 20 siswa. Tapi karena peserta didik umumnya anak-anak kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka.
 
“Peserta didik di sini kebanyakan anak-anak gelandangan yang sering mangkal di terminal, daripada mereka begitu kami datangi dan ajak mereka untuk sekolah,” katanya.
 
Menurutnya, apa yang dilakukan sudah lama. Sekolahnya sejak dulu menampung anak-anak ‘tersesat’, seperti terjebak mabuk-mabukan, menghirup lem aibon, perokok, hingga putus sekolah. Ini dikumpulkan untuk diajar. Khusus untuk anak asli Papua digratiskan.
 
“Kami ingin anak-anak Papua dan anak-anak tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal, walaupun kami juga sadar infrastruktur kami juga belum memadai, karena itu kami berharap Disdikbud melihat maksud baik yayasan kami,” katanya.
 
Kepala SD Yapend 45 Septina Eka Koridama mengatakan, apabila sekolah yang kini dipimpinnya ditutup lalu anak-anak tersebut mau sekolah dimana. Menurutnya, ini  bukan masalah infrastruktur sekolah memadai atau tidak, tetapi masalah pendidikan yang harus dirasakan semua anak usia sekolah.
 
“Kami tahu betul karena infrastruktur kami tidak memadai, namun jangan hanya karena itu kami langsung diancam akan ditutup, anak-anak ini butuh pendidikan, kadang kami harus menjemput anak-anak ini ke rumah kalau mereka tidak masuk sekolah,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Kepala Disdikbud Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa menegaskan akan mencabut izin operasi sekolah yang tidak memenuhi standar pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Jayapura. (*)

Sebelumnya

Dana BOS diduga jadi “lahan basah” di Sorong

Selanjutnya

Pesan alumni dan BEM jelang pemilihan rektor Uncen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua