PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Pasien malaria masih dominan di RSUD Abepura
  • Senin, 13 Maret 2017 — 19:01
  • 407x views

Pasien malaria masih dominan di RSUD Abepura

Tak adanya kesadaran ini membuat dalam waktu singkat penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk akan muncul. Selain itu, dari nyamuk juga akan menyebabkan penyakit demam berdarah. Dikatakan, pada di awal tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 17 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Papua.
Seorang warga sedang membersihkan sampah di lingkungan rumahnya – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Erens Barends mengatakan, pasien terbanyak di rumah sakit yang dipimpinnya masih penderita penyakit malaria.

“Malaria masih dominan, penyakit ini kan dari nyamuk, jadi tidak mengenal musim, kalau masyarakat tidak menjaga lingkungannya bersih, pasti saja malaria akan terus menjadi teman setiap hari,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (13/3/2017).
 
Malaria kalau dibiarkan, katanya, akan menjadi penyakit yang sangat membahayakan masyarakat. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungannya.
 
“Genangan air di botol-botol bekas harus segera dibuang, dan botol-botol bekas ataupun sampah yang bisa menampung air sesegera mungkin ditimbun atau dibuang di tempat yang jauh dari rumah, karena barang-barang tersebut sangat cepat menumbuhkembangkan jentik nyamuk,” ujarnya.
 
Tak adanya kesadaran ini membuat dalam waktu singkat penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk akan muncul. Selain itu, dari nyamuk juga akan menyebabkan penyakit demam berdarah. Dikatakan, pada di awal tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 17 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Papua.
 
“Ini yang patut kita waspadai bersama dan fogging adalah rekomendasi langkah terakhir dalam memutus mata rantai penularan dari DBD, fogging sendiri hanya mampu membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, sedangkan nyamuk yang berbentuk pupa dan telur yang bersembunyi tidak ikut mati,” katanya.
 
Karena itu, lanjutnya, tuntutan pelaksanaan promosi kesehatan seperti 3M Plus (Mengurus, Menutup, dan Mengubur) langkah ampuh memberangus nyamuk.
 
Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB dan Malaria (ATM) Dinkes Papua, Bery Wopari di Jayapura, mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus berupaya memberantas penyakit malaria di wilayahnya melalui pemberian obat anti malaria. (*)

Sebelumnya

Pesan alumni dan BEM jelang pemilihan rektor Uncen

Selanjutnya

Sekolah siap berebut juara umum di OSN 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua