Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Maluku
  3. Ribuan ton ikan di Benzina terancam busuk
  • Senin, 13 Maret 2017 — 19:29
  • 2625x views

Ribuan ton ikan di Benzina terancam busuk

Karena sudah lama disimpan di ruang pendingin bekas PT Pusaka Benjina Resources (PBR) di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.
Ilustrasi (Jubi/Detik)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Ambon, Jubi - Ribuan ton ikan terancam membusuk karena sudah lama disimpan di ruang pendingin bekas PT Pusaka Benjina Resources (PBR) di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kepulauan Aru, Jongky Gutandjala, yang dikonfirmasi Antara dari Ambon, Senin ( 13/3) , mengatakan, ikan sejumlah 4.500 ton itu terancam membusuk karena disampaikan perwakilan PT PBR kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat pada akhir Februari 2017.

"Saya saat itu diminta Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga untuk menghadiri pertemuan sehingga mengetahui 4.500 ton ikan terancam membusuk," ujarnya.

Bahkan, saat itu yang mengatasnamakan perwakilan PBR menjelaskan sudah ada ikan yang membusuk sehingga telah menyurati Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

"Kami pun berdasarkan hasil pertemuan menerjunkan tim ke Benjina untuk menyaksikan kondisi ikan, selanjutnya melaporkan ke Bupati Johan bersama Forkopimda Kepulauan Aru," kata Jongky.

Dia mengemukakan, hingga saat ini belum ada penjelasan lanjutan dari perwakilan PT. PBR soal Menteri Susi sudah menindaklanjuti surat mereka ataukah belum.

Hanya saja, lanjutnya, lahan di mana yang bisa dimanfaatkan untuk menanam ikan tersebut bila membusuk sehingga pastinya menjadi limbah meresahkan masyarakat di sekitar lokasi PT PBR.

"Pastinya membutuhkan anggaran besar untuk 'penanaman' ikan yang membusuk tersebut dan itu pun menjadi tanggung jawab siapa karena PT PBR telah dilarang beroperasi sejak 2015," tandas Jongky.

Sedangkan, Gubernur Maluku, Said Assagaff mengaku kaget dengan ribuan ton ikan di Benjina terancam membusuk.

"Memprihatinkan memang bila ikan dalam jumlah besar itu membusuk. Kenapa ikan tersebut tidak dibagikan kepada masyarakat di Kepulauan Aru saja daripada dibiarkan membusuk sehingga mengancam kelestarian lingkungan," tegasnya. (*)



 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Kekerasan terhadap anak dan perempuan di Ternate masih tinggi

Selanjutnya

Direktur umum Bank Maluku dituntut hukuman penjara 12 tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9601x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6385x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6025x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4610x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe