Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Tol laut belum memberikan dampak positif di Kaimana
  • Senin, 13 Maret 2017 — 19:31
  • 1330x views

Tol laut belum memberikan dampak positif di Kaimana

Sedangkan untuk pengiriman keluar ada dua perusahaan perkebunan menggunakan tol laut ke Surabaya dengan harga Rp8 juta sampai Rp9 juta per kontainer.
Kapal barang sedang sandar di Pelabuhan Kaimana, Papua Barat - Jubi/ Jacob Owen.
Admin Jubi
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Setelah dua tahun tol laut aktif di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, ternyata belum memberikan dampak positif kepada masyarakat. Padahal program Presiden Jokowi tersebut ditujukan untuk menstabilkan harga barang, terutama sembako.
 
Manager PT Pelni Cabang Kaimana, Sugiyanto mengatakan, sebenarnya kurang-lebih 70 persen distributor di Kaimana, baik besar maupun kecil, telah menggunakan tol laut untuk mendatangkan barang.
 
Sedangkan untuk pengiriman keluar ada dua perusahaan perkebunan menggunakan tol laut ke Surabaya dengan harga Rp8 juta sampai Rp9 juta per kontainer.
 
“Kenapa harga barang masih tetap seperti sebelum ada tol laut, ini harusnya peran Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang berperan,” kata Sugiyanto kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (10/3/2017).
 
Ia menampik disebabkan naiknya tarif pembongkaran. Sebab, jelas Sugiyanto, tarif pembokaran setiap jasa ekspedisi EMKL merupakan hasil kesepakatan rapat resmi dan tidak mungkin dinaikan sepihak.
 
Bisa saja disebabkan karena barang menggunakan Kapal Tidar atau KM Ngapula yang tidak sandar di pelabuhan. Tapi menurunkan dengan kapal sendiri.
 
“Namun untuk bahan bangunan seperti semen, besi beton, atap seng, tripleks, kecuali keramik yang tidak bisa gunakan tol laut, telor, daging ayam, bahan campuran, itu semuanya menggunakan tol laut,” ujarnya.
 
Warga Kaimana, Sony, berharap pemerintah mengambil langkah tegas menurunkan harga barang yang masih terlalu tinggi dibanding daerah lain di Tanah Papua.
 
”Yang kita tahu program cek barang kadaluarsa saja yang bisa, tetapi harga yang naik tidak diperhatikan, kami harap ada perhatian dari pemerintah untuk bisa menekan harga, kalau yang melawan tarik izinnya,” katanya.
 
Jubi belum bisa mengkonfirmasi kepada Dinas Perindagkop Kabupaten Kaimana, karena pejabat berwenang sedang dinas luar. (Jacob Owen)

loading...

Sebelumnya

Mulai 1 April ada aturan baru untuk cek dan warkat

Selanjutnya

Harga cabai rawit di Jayapura meroket Rp150 ribu per kg

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe