Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Proyeksi BI meleset, kebutuhan uang tak naik selama pilkada
  • Senin, 13 Maret 2017 — 19:51
  • 740x views

Proyeksi BI meleset, kebutuhan uang tak naik selama pilkada

“Biasa-biasa saja, karena ini bisa dibilang kesadaran atau rasionalitas masyarakat dan calon cukup tinggi, membuat transaksi yang diproyeksi seperti biaya iklan secara masif nampaknya tak terjadi,” ujarnya kepada Jubi baru-baru ini.
Petugas Bank Indonesia perwakilan Papua memperlihatkan uang baru – Jubi/ Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto mengakui, proyeksi kenaikan kebutuhan uang oleh Bank Indonesia dalam pilkada serentak ternyata tak sesuai harapan.
 
“Biasa-biasa saja, karena ini bisa dibilang kesadaran atau rasionalitas masyarakat dan calon cukup tinggi,  membuat transaksi yang diproyeksi seperti biaya iklan secara masif nampaknya tak terjadi,” ujarnya kepada Jubi baru-baru ini.
 
Menurutnya, dulu bisa memasang baliho dengan berapa ukuran dan di mana saja, kini harus tunduk dengan aturan KPU yang telah diatur dalam Undang-Undang Pilkada.
 
“Dan itu dibiayai KPU, sehingga menjadikan proyeksi dari Rp4 triliun yang disiapkan BI hanya terpakai secara normal Rp1 triliun saja, seperti kebutuhan harian di Papua,” lanjutnya.
 
Menurutnya, tidak ada yang naik signifikan, sama seperti transaksi cash and flow Papua sekitar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun per hari.
 
Terkait dengan uang baru NKRI, Joko mengatakan, sejak lauching 19 Desember 2016 lalu, bank Indonesia melakukan  pendistribusian uang baru tahun emisi 2016 sebanyak Rp40 miliar melalui perbankan dan loket-loket penukaran kas keliling dan loket bank Indonesia.
 
“Sejak dua bulan terakhir setelah lauching 19 Desember 2016 kita sudah distribusi kurang lebih Rp40 Miliar,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Johanis Saireri, meminta agar semua ATM menggunakan uang NKRI sehingga tidak ada masalah lagi dengan uang baru, sehingga sosialisasi juga dapat tercapai.
 
“Karena banyak masalah terjadi ketika kita ambil dan kemudian masukkan kembali ke ATM setoran banyak yang balik, kami minta ada aturan dari BI untuk menerima uang yang baru diambil dari mesin ATM,” ujarnya. (*)

Sebelumnya

Harga cabai rawit di Jayapura meroket Rp150 ribu per kg

Selanjutnya

9 tahun jualan sayur, jadi langganan penghuni Rusunawa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe