PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. 9 tahun jualan sayur, jadi langganan penghuni Rusunawa
  • Selasa, 14 Maret 2017 — 14:38
  • 379x views

9 tahun jualan sayur, jadi langganan penghuni Rusunawa

"Saya mengeluarkan uang Rp800 ribu sampai Rp1 juta sehari untuk belanja dagangan, dan untungnya Rp300 ribu, jika nasib baik bisa Rp400 ribu sampai Rp500 ribu,” katanya kepada Jubi, Senin, (13/3/2017).
Penghuni asrama Rusunawa membeli sayur Basuri yang akrab dipanggil Pak De, Senin (13/3/2017) – Jubi/ Agus Pabika.
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Berprofesi sebagai pedagang sayur keliling di Jayapura membutuhkan keuletan, kerja keras, pembawaan yang baik kepada pelanggan, dan jujur. Itulah yang dilakukan Basuri.
 
Lelaki yang akbar dipanggil Pak De asal Jember, Jawa Timur ini, mengaku sudah lebih sembilan tahun menjadi pelanggan tetap penghuni asrama Rusunawa Uncen Perumnas III Waena. Ia menjual sayur-sayuran, buah-buahan, dan bumbu dapur yang ia peroleh dari Pasar Youtefa
 
"Saya mengeluarkan uang Rp800 ribu sampai Rp1 juta sehari untuk belanja dagangan, dan untungnya Rp300 ribu, jika nasib baik bisa Rp400 ribu sampai Rp500 ribu,” katanya kepada Jubi, Senin, (13/3/2017).
 
Pak De mengatakan, baru diizinkan datang membawa dagangan ke asrama oleh pengurus pukul 11.00 WIT. Tak menyia-nyiakan waktu paginya, ia berjualan di seputaran lingkaran Abepura terlebih dulu.
 
Harga yang diberikan pun lebih murah dari harga pasar dengan alasan tidak ingin menyulitkan penghuni asrama yang notabene mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda-beda.
 
"Saya mengerti mereka semua tinggal di asrama mahasiswa sehingga tidak ingin menyulitkan mereka, saya juga diizinkan berjualan di sini selama 9 tahun, jadi saya ingin membantu dan meringankan beban mereka,” katanya.
 
Ia mencontohkan, harga sayur dan bumbu hanya Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per ikat dan per bungkus. Tapi kalau di luar asrama ia menjual sesuai harga pasar.
 
Rosa, penghuni asrama Rusunawa mengaku sangat terbantu dengan harga kebutuhan sehari-hari yang murah diberikan Pak De, dibandingkan dengan harga pasar yang relatif lebih mahal. Meskipun untuk itu ia harus menunggu Pak De hingga pukul 11.00 WIT. (*)

Sebelumnya

Proyeksi BI meleset, kebutuhan uang tak naik selama pilkada

Selanjutnya

Harga cabai di Sorong masih tinggi, sekilo Rp160 ribu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua