PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Mamta
  3. Nelayan waspadai gelombang 3 meter hingga Juni
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 10:34
  • 542x views

Nelayan waspadai gelombang 3 meter hingga Juni

“Gelombang laut yang tinggi ini akan berjalan sampai bulan Juni karena matahari masih di belahan utara bumi. Kemudian Juni-September matahari akan kembali ke kathulistiwa dan September ke Desember matahari di selatan,” katanya.
Kepala Bidang Data Informasi Bagian Wilayah V BMKG Jayapura, Darmawan ketika memberikan keterangan kepada Jubi, Selasa (14/3/2017) – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Prospek cuaca satu minggu berjalan berawan hingga hujan diikuti dengan gelombang laut paling tinggi 1,5 meter. Arahnya dari barat hingga timur laut, karena matahari berada di belahan bumi utara, sehingga saat ini suhu permukaan laut menghangat.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Data Informasi Bagian Wilayah V BMKG (Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika) Jayapura, Darmawan kepada Jubi di ruang kerjanya, Selasa (14/3/2017).

“Gelombang laut yang tinggi ini akan berjalan sampai bulan Juni karena matahari masih di belahan utara bumi. Kemudian Juni-September matahari akan kembali ke kathulistiwa dan September ke Desember matahari di selatan,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi menghangat ini masih panjang, sehingga nelayan harus hati-hati, karena gelombang air laut bisa meningkat.

“Sekarang ini masih di 1,5 meter, tapi kalau sudah di bulan Juni ke atas itu bisa menapai 3 meter dan itu harus di waspadai,” katanya.

Pihaknya pun mengharapkan agar nelayan harus melihat kondisi cuaca sebelum melaut. Meski demikian, BMKG, lanjutnya, tetap menginformasikan perubahan cuaca melalui radio dan televisi serta melalui aplikasi WhatsApp.

“Misalnya ada badai atau ada embrio siklonik yang sampai saat ini masih ada di utara Papua, samudra pasifik bagian barat itu juga mengakibatkan gelombang tinggi dan masih kami pantau terus tiap hari untuk diinfokan,” katanya.

Seorang nelayan di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Ismail mengatakan, bulan Maret susah mendapatkan ikan. Tangkapan berkurang karena gelombang laut yang berkecamuk. Oleh karena itu, ia dan kawan-kawannya tak mau mengambil risiki untuk mencari ikan lebih jauh dari garis pantai.

“Ombak dan cuaca angin yang kencang sulit kami kendalikan perahu dan jaring yang kami tebar di laut. Kadang terbawa ombak, sehingga kami menunggu waktu yang pas untuk melaut. Itu pun syukur kalau dapat tangkapan ikan,” kata Ismail. (*)

Sebelumnya

Babinsa latih petani Jayapura gunakan traktor

Selanjutnya

Warga masih parkir kendaraan di bahu jalan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua