Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI Papua temukan cek dan bilyet giro kosong Rp39,9 miliar
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 18:12
  • 712x views

BI Papua temukan cek dan bilyet giro kosong Rp39,9 miliar

“Dalam aturan ini sudah ditegaskan bank penerima punya kewajiban untuk mengecek Bilyet Giro yang diserahkan kepada mereka, jadi kewajiban itu ada tiga, baik dari sisi bank tertarik, penariknya sendiri, dan bank penerima,” jelasnya.
Acara sosialisasi Bank Indonesia terkait aturan baru Bilyet Giro di salah satu hotel di Jayapura - Jubi/Sindung Sukoco
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Ketua Tim Operasional Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Adi Purwantoro mengatakan, temuan cek dan bilyet giro kosong dan alat pembayaran lainnya seperti cek travel di Papua sebanyak 240 lembar dengan transaksi Rp39,9 miliar.

“Jumlah tersebut merupakan data dari BI pusat untuk dua bulan kuartal I 2017

yang baru saja kami terima,” ujar Adi yang mewakili kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Joko Supratikto kepada Jubi, Rabu (15/3/2017).

Adi  menjelaskan, pada Januari 2017 terdapat 51 lembar cek dengan nominal Rp3,2 miliar, 58 lembar Bilyet Giro dengan nominal Rp2,4 miliar, dan  39 lembar warkat dengan nominal Rp28,6 miliar yang ditolak bank.

Sedangkan Februari, ada penurunan, 17 lembar cek kosong dengan nominal Rp903 juta, 35 lembar Bilyet Giro dengan nominal Rp847 juta, dan  40 lembar warkat lainnya bernominal Rp3,9 miliar.

Sebelumnya, Asisten Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Agnes Wayan Lestari mengungkapkan, ada beberapa perubahan dalam peraturan SE BI No.18/40/DPSP termasuk di dalam ketentuan yang baru dan penawaran masa kadaluarsa hanya 70 hari dari 250 hari pada peraturan sebelumnya.

Perubahan lainnya, kewajiban bank untuk melakukan pengecekan terhadap warkat yang diunjukkan tidak hanya kewajiban dari sitertarik tapi juga penariknya sendiri.

“Dalam aturan ini sudah ditegaskan bank penerima punya kewajiban untuk mengecek Bilyet Giro yang diserahkan kepada mereka, jadi kewajiban itu ada tiga, baik dari sisi bank tertarik, penariknya sendiri, dan bank penerima,” jelasnya.

Termasuk aturan baru, kata Agnes yaitu tentang koreksi dimana jika lebih dari tiga koreksi maka bank bisa menolak atau menolak dibayarkan warkat giro.

“Ini semua  dilakukan sebagai upaya melindungi nasabah,” ujarnya.(*)

Sebelumnya

GATF Fase I Jayapura raup Rp8,5 miliar

Selanjutnya

Harga ikan laut mahal akibat tangkapan nelayan menurun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe