Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Usaha kerajinan khas Papua berharap modal dari pemerintah
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 18:31
  • 852x views

Usaha kerajinan khas Papua berharap modal dari pemerintah

Untuk isi kios mereka membeli hasil kerajinan dari dua orang ibu-ibu janda. Mereka membuat noken. Satu orang khusus membuat noken asli dan satu lagi membuat noken dari benang. Dalam seminggu mereka memasok 10 noken ukuran kecil dan besar.
Jhon Ohee dan Yuliana Mehue (kiri) di depan kiosnya di Pasar Pahara, Sentani – Jubi / Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Yuliana Mehue, 45 tahun, pemilik kios yang menjual aneka kerajinan tangan khas Papua di Pasar Pahara, Sentani, Jayapura berharap pemerintah dapat memperhatikan dengan menambah modal usaha orang asli Papua sepertinya.

“Sebenarnya kami berharap pemerintah dapat membantu, kalau mau bantu modal ya saya bersedia untuk menjalankannya, kalau kita ambil di bank itu sama saja gantung leher di pasar dengan keadaan pasar yang seperti ini,” katanya kepada Jubi, Rabu (15/3/2017).

Bersama suaminya, Jhon Ohee, 54 tahun, Yuliana mendirikan kiosnya dengan modal sendiri. Semula ia membeli los di Pasar Pahara Rp10 juta dengan menjual hasil kerajinan tangan mama-mama Papua. Karena terbakar, ia diberi pengganti sebuah los.

“Karena dari orang Papua yang berjualan di sini hanya kami yang masih ada, akhirnya kepala pasar kasih kami tempat yang paling depan,” kata Jhon.

Namun ia terpaksa membangun agar menjadi sebuah kios berukuran sekitar 3 X 3 meter dengan menghabiskan dana Rp4 juta untuk membeli bahan bangunan.

Untuk isi kios mereka membeli hasil kerajinan dari dua orang ibu-ibu janda. Mereka membuat noken. Satu orang khusus membuat noken asli dan satu lagi membuat noken dari benang. Dalam seminggu mereka memasok 10 noken ukuran kecil dan besar.

Di kios, pasangan asal Sentani ini menjual bermacam barang dengan harga bervariasi mulai Rp50 ribu hingga Rp1 juta. Misalnya kain motif Papua dua meter Rp200 ribu, motif PNG satu meter Rp300 ribu.

“Saya beli Rp200 ribu, saya jual Rp250 ribu,kalau ada yang menawar saya bisa kasih Rp230 ribu, jadi saya cuma untung sedikit,” ujar Yuliana.

Ia mengatakan, sehari rata-rata beromset Rp500 ribu. Naik-turun omset tergantung keramaian pembeli. Beruntungnya, sudah banyak pembeli yang tahu karena ia sudah buka kios sejak Desember tahun lalu. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga ikan laut mahal akibat tangkapan nelayan menurun

Selanjutnya

Kementerian Pertanian ajak petani Papua kembangkan kopi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe