close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Hakim terlibat suap harus dihukum seumur hidup
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 18:34
  • 1484x views

Hakim terlibat suap harus dihukum seumur hidup

Hukuman berat yang perlu diberikan kepada oknum hakim nakal itu, yakni hukuman seumur hidup dan hukuman 20 tahun penjara.
Ilustrasi suap (Jubi/Okezone.com)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Medan, Jubi - Dosen Hukum Universitas Sumatera Utara menyarankan kepada pemerintah agar oknum hakim yang benar terbukti terlibat kasus suap, dijatuhi hukuman berat, sehingga dapat membuat efek jera bagi para penegak hukum.

Dosen Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Budiman Ginting SH mengatakan, seorang hakim yang dianggap mengetahui hukum, menurut dia, tidak wajar melakukan perbuatan tidak terpuji menerima suap atau uang dari pihak yang sedang berperkara.

"Hal seperti itu, sangat memalukan dilakukan hakim dan semestinya mengadili perkara secara adil, jujur, serta tidak bermaksud untuk mencari keuntungan pribadi," ujar Budiman.

Ia menyebutkan, hakim dalam menangani perkara juga tidak boleh berpihak karena melangggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

"Hakim harus terbebas dari pengaruh dan tekanan, dalam melaksanakan putusannya, dan tidak merugikan pihak manapun dalam menangani perkara tersebut," ucapnya.

Budiman menambahkan, hukuman berat yang perlu diberikan kepada oknum hakim nakal itu, yakni hukuman seumur hidup dan hukuman 20 tahun penjara.

Dengan dijatuhkannya, hukuman seperti itu, maka para hakim tersebut akan berpikir dua kali untuk menerima suap dari pihak-pihak yang sedang berperkara.

Sebab, selama ini oknum hakim yang terbukti menerima suap dan operasi tertangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya dihukum ringan, sehingga tidak membuat efek jera atau merasa takut melakukan pelanggaran.

Sebelumnya, Majelis Kehormatan Hakim (MKH) menjatuhi hukuman berupa pemberhentian dengan hormat terhadap Hakim Pangeran Napitupulu karena melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Hakim Pangeran Napitupulu adalah Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Riau, yang diduga membantu dan menerima uang dari pihak yang beperkara di Pengadilan Negeri Rantau Prapat, Sumatera Utara sebesar Rp1 miliar.(*)



 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Hingga minggu kedua petugas Susenas mendata 160 KK

Selanjutnya

Mahasiswa Pegunungan Bintang tuntut dana pendidikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4914x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4250x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2477x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2431x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe