Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kementerian Pertanian ajak petani Papua kembangkan kopi
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 19:13
  • 722x views

Kementerian Pertanian ajak petani Papua kembangkan kopi

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang mengatakan saat ini permintaan kopi di pasaran cukup tinggi hal ini sejalan dengan maraknya bisnis kafe yang menyajikan kopi sebagai menu utama.
Ilustrasi Perkebunan Kopi di Papua - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Kementerian Perkebunan RI mengajak petani kopi di Papua untuk meningkatkan produksi dan semakin mengembangkan komoditas tersebut dengan berbagai aneka produk dan cita rasa. Pasalnya kopi asal Bumi Cenderawasih sangat diminati pasaran.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang mengatakan saat ini permintaan kopi di pasaran cukup tinggi hal ini sejalan dengan maraknya bisnis kafe yang menyajikan kopi sebagai menu utama.  
 
"Oleh karena itu kita ajak semua masyarakat yang lahannya memungkinkan untuk ditanami kopi, ayo mulai bertani kopi. Karena ini merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Sebab saat ini permintaannya cukup tinggin di pasaran," kata Bambang, di Jayapura, Selasa (14/3/2017).
 
Menurutnya, produk kopi terbilang unik, karena jika produksinya sedikit maka akan susah untuk dipasarkan. Untuk itu, peningkatan dan pengembangan harus dilakukan dengan baik. 
 
"Para pembeli lebih meminati kopi dalam jumlah yang besar. Kalau ada kopi misalnya satu atau dua kapal, maka itu makin mudah dipasarkan apalagi kopi dari Papua, tapi kalau adanya cuma sekarung dua karung itu memang agak susah," ucapnya.
 
Ia menjelaskan, kopi memiliki beragam cita rasa yang khas tergantung dari tempat geografis dimana bisa tumbuh misalnya Arabica dan Robusta, atau kopi khusus yang dilakukan secara fermentasi, lalu misalnya berdasarkan merk dagang seperti kopi organic. Ini semua bisa dilakukan oleh petani Papua. 
 
"Namun harus dibuat dengan cara yang khusus sehingga menghasilkan rasa nikmat yang khas dan ini bisa menjadi jargon untuk pemasaran kopi ke depan di Papua," kata Bambang.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua Jhon Nahumury menekan, untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor kopi, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah menyiapkan bahan baku supaya pengirimannya dilakukan secara berkelanjutan.
 
Selain itu, melakukan perluasan areal, intensifikasi (peningkatan kegiatan) serta diversifikasi agar dapat mencukupi kebutuhan kopi yang diminta. Sebab sangat penting melakukan perbaikan kualitas yang mesti terus dilakukan sebelum kopi itu dikirim.
 
Ia mengaku, hasil produksi kopi Papua masih sangat terbatas, meski demikian peluang dan tantangan ini perlu terus didorong. Supaya hasil kopi yang diusahakan petani Papua bisa memiliki pasar di dalam dan luar negeri.
 
"Memang kopi kita sudah terkenal tapi produksinya masih terbatas. Namun Pemerintah Provinsi Papua akan terus berupaya mengembangkan komoditi ini di wilayah Lapago dan Mepago guna menangkap peluang ini," kata John. (*)
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Usaha kerajinan khas Papua berharap modal dari pemerintah

Selanjutnya

Bulog operasi pasar tekan harga cabai rawit

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe