Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Mahasiswa pertanyakan pelayanan kesehatan di Korowai
  • Rabu, 15 Maret 2017 — 19:56
  • 961x views

Mahasiswa pertanyakan pelayanan kesehatan di Korowai

Yando berharap empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Korowai, seperti Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Yahukimo, dan Pengunungan Bintang untuk tidak menutup mata terhadap masyarakat di Korowai.
Rumah tinggal suku Korowai – Jubi/dok.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Suku Korowai darurat kesehatan. Begitu dikatakan sejumlah mahasiswa asli suku Korowai yang sedang menempuh pendidikan di Kota Jayapura.

Mereka menyatakan hal itu terkait tidak adanya fasilitas kesehatan sehingga angka kematian tinggi.
 
Bendahara Umum Komunitas Pelajar, Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Bekinus Yandom yang bertandang ke Redaksi Jubi, Selasa (14/3/2017) malam mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi kesehatan di daerahnya.
 
“Saya meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua segera membentuk tim untuk turun memberikan pelayanan kesehatan di sana, karena kami mendapat kabar masyarakat di sana banyak yang meninggal dunia akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
 
Yando berharap empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Korowai, seperti Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Yahukimo, dan Pengunungan Bintang untuk tidak menutup mata terhadap masyarakat di Korowai.
 
“Kalau pemilihan legislatif atau pilkada saja empat kabupaten tersebut berlomba-lomba untuk mendapatkan suara di sana, tetapi kalau masalah kemanusiaan seperti layanan kesehatan, suku Korowai seperti diabaikan,” ujarnya.
 
Anggota KPMY, Atius  Unip mengaku belum pernah mendengar Satgas Kaki Telanjang yang merupakan program Dinas Kesehatan Papua untuk pelayanan kesehatan ke wilayah-wilayah terpencil di Papua Provinsi Papua melakukan pelayanan kesehatan kepada suku Korowai.
 
“Seandainya ada kenapa sampai masyarakat masih mengeluh tidak ada pelayanan kesehatan?” ujarnya.
 
Menurutnya, Puskesmas Pembantu ada di sana, namun tidak ada petugas medisnya. Sedangkan puskesmas dan rumah sakit cukup jauh dengan jarak tempuh 200-300-an km dengan akses jalan terbatas.
 
Sebelumnya, Kepala Dinkes Provinsi Papua Aloysius Giyai mengatakan, melalui Satgas Kaki Telanjang dan Terapung 2018, layanan derajat kesehatan bakal meningkat di Provinsi Papua.
 
“Karena sudah tersentuh layanan kesehatan, terutama kampung yang mendapat rapor merah dari kinerja 12 Satgas Kaki Telanjang dan Terapung tim pertama 2015,” ujarnya.(*)

Sebelumnya

PAUD dan TK harus memiliki tempat bermain yang layak

Selanjutnya

Peserta KB baru di Kota Jayapura meningkat 145 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe