PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Mamta
  3. Mahasiswa Jayawijaya minta perpanjang kontrakan di Sentani
  • Kamis, 16 Maret 2017 — 21:12
  • 602x views

Mahasiswa Jayawijaya minta perpanjang kontrakan di Sentani

“Sementara ini sedang kami bersihkan dan buang suara ke teman-teman lain untuk dapat menghuni kontrakan dan ini harapan kami ke Pemda,” katanya.
Mahasiswa asal Jayawijaya di Jayapura – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Jayawijaya meminta agar rumah kontrakan di Jalan BTN Sosial, RT.02 RW.05, Kelurahan Hinekombe, Kabupaten Jayapura diperpanjang agar bisa ditempati mahasiswa. Pasalnya sewa rumah tersebut berakhir tangga 30 Maret 2017.

Koordinator asrama kontrakan mahasiswa Jayawijaya-Sentani, Sepianus Lokobal menuding mantan Ketua I HMPJ (Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Jayawijaya), Yope Wenda menggelapkan dana untuk menyewa rumah tersebut. Hingga kini pun Yope tak berhasil dihubungi untuk meminta kejelasan dana tersebut.

“Kami mengetahui adanya kontrakan ini setelah kami menemui pengurus baru HIPMAJA (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya), Yonni Alua menemui Pemda Jayawijaya saat mengurus dana bantuan studi akhir,” katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu (15/3/2017).

 “Karena yang membingungkan kami di surat perjanjian kontrak ada dua surat--yang pertama kontrak terhitung mulai tanggal 30 Maret 2016 hingga 30 Maret 2017 mengetahui wakil bupati Jayawijaya Jhon R. Banua dengan membayar lunas kepada pemilik kontakan Rp50 juta dan surat kedua terhintung tanggal 18 Juni 2016 sampai 18 Juni 2017 mengetahui Pemda Jayawijaya membayar lunas kontrakan Rp60 juta,” katanya.

Klemens Hiluka, mahasiswa Jayawijaya lainnya, mengatakan, pihaknya baru mengetahui pada Minggu (3/3/2017) soal masalah yang dialami. Padahal mahasiswa membutuhkan perlengkapan tidur, alat masak dan perlengkapan dapur, serta uang sayur ditambah bagian kesekretariatan, komputer dan printer.

“Sementara ini sedang kami bersihkan dan buang suara ke teman-teman lain untuk dapat menghuni kontrakan dan ini harapan kami ke Pemda,” katanya.

Pemilik rumah kontrakan, Lingga V. Ramadhan mengatakan, surat perjanjian kontrak yang dibuat bersama Yope Wenda saat itu sebesar Rp50 juta, tetapi baru dibayar Rp 25 juta. Sementara untuk surat kedua dibuat bersama atas permintaan Yope Wenda dengan nominal harga sewa Rp 60 Juta.

“Waktu itu dia bayar setengahnya dan bilang setengahnya lagi akan merenovasi kontrakan tersebut. Kenyataannya sampai saat ini tidak ada renovasi,” katanya. (*)
 

Sebelumnya

PMKRI harapkan kadernya kritis

Selanjutnya

ASN Kota Jayapura hadiri sosialisasi anti korupsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua