Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Bulog operasi pasar tekan harga cabai rawit
  • Kamis, 16 Maret 2017 — 22:58
  • 523x views

Bulog operasi pasar tekan harga cabai rawit

"Jumlahnya hanya 200 kg karena kamiambil dari Merauke, karena di Arso tidak panen, sehingga langsung diborong masyarakat," ujarnya kepada Jubi, Rabu (15/3/2017).
Bulog saat melakukan operasi di pasar - Jubi/Sindung.
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Papua dan Papua Barat mulai menggelar operasi pasar cabai rawit merah untuk menekan harga.

Kepala Bulog Divre Papua dan Papua Barat M. Attarizal mengatakan, operasi pasar tahap pertama khusus menjual cabai rawit merah dengan harga Rp95 ribu per kilogram berlangsung sukses.  

"Jumlahnya hanya 200 kg karena kamiambil dari Merauke, karena di Arso tidak panen, sehingga langsung diborong masyarakat," ujarnya kepada Jubi, Rabu (15/3/2017).

Meski masih tinggi, katanya, harga jual cabai rawit merah Rp95 ribu per kg paling memungkinkan untuk diberlakukan dalam operasi pasar saat ini.

Ditanya kelanjutan operasi pasar ini, Attarizal mengatakan, tergantung produsen, iklim, dan jangkauan wilayah. Menurutnya, ketikberhasilan panen di Arso dan di kalangan petani Keerom  membuat Bulog harus mendatang cabai dari Merauke.
 
“Harga ini karena masih terkendala dengan ongkos angkut juga,” ujarnya.
 
Yassin, pedagang bakso mengaku tetap membeli meski harga cabai keriting meroket, sebab sangat membutuhkan untuk usahanya.
 
“Kita siasati dengan membeli sedikit saja untuk mencukupi seadanya kebutuhan warung bakso saja,” katanya.
 
Ridwan penjual gorengan mengatakan, juga tetap membeli cabai. Namun tidak lagi memberikan cabai lalap atau mentah kepada pembeli.
 
“Dibuat sambal saja, kami tak sediakan cabai keriting untuk lalap, demi menekan semuanya,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kementerian Pertanian ajak petani Papua kembangkan kopi

Selanjutnya

Deiyai diminta jadi sentral pengembangan kopi arabika

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe