Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Aparat harus tegas selesaikan kasus penikaman di Ridge Camp Mile 72, PTFI
  • Kamis, 16 Maret 2017 — 23:43
  • 1018x views

Aparat harus tegas selesaikan kasus penikaman di Ridge Camp Mile 72, PTFI

Melihat persoalan tersebut mahasiswa dan pelajar Amungme yang kini menempuh pendidikan di Kota Jayapura berharap pemerintah kabupaten Mimika dan aparat keamanan harus segera menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.
Ilustrasi - IST
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kasus penikaman yang dilakukan oleh pelaku Demianus Jawame terhadap korban Eltinus Kum yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada Sabtu (11/3/2017) lalu berbuntut panjang. Akibatnya Senin (13/3/2017) pihak keluarga korban melakukan penyerangan terhadap keluarga pelaku sehingga delapan orang terluka dan satu orang meninggal atas nama Terepinus Kum yang terkena panah.

Melihat persoalan tersebut mahasiswa dan pelajar Amungme yang kini menempuh pendidikan di Kota Jayapura berharap pemerintah kabupaten Mimika dan aparat keamanan harus segera menyelesaikan persoalan tersebut sehingga tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

"Kami meminta agar persoalan ini bisa langsung direspon dengan cepat oleh pemerintah kabupaten dan juga pihak keamanan dalam hal ini pihak Kepolisian," kata Antonius Jawame salah satu mahasiswa Amungme saat bertandang ke redaksi Jubi, Selasa (14/3/2017) malam.

Dia menambahkan, tradisi orang Amugme bahwa apabila ada korban nyawa di satu pihak maka akan dibalas dengan nyawa. Menurutnya tradisi tersebut sangat berbeda dengan tradisi daerah yang lain yang mana nyawa bisa dibayar dengan uang dan sebagainya.

"Dua kelompok ini sudah impas, artinya kelompok Demianus Jawame sudah ada yang meninggal begitupun dengan kelompok Eltinus Kum. Untuk itu, kami sebagai orang asli Amungme berharap persoalan ini bisa diselesaikan agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan," ujarnya.

Ditempat yang sama, Esau Diwitau yang juga mahasiswa asal Kabupaten Mimika mengatakan, pertikaian yang mengakibatkan meninggalnya Eltinus Kum tersebut adalah persoalan kalah judi dan sebelumnya sudah menenggak minuman keras.

"Ini persoalan dasar yang sering terjadi di masyarakat Papua. Saya berharap kebijakan Gubernur Papua untuk melarang peredaran minuman keras (miras) harus ditegakkan hingga ke daerah-daerah termasuk di Kabupaten Mimika," katanya.

Karena menurut dia, miras menjadi pemicu utama konflik yang terjadi di tanah Papua. "Bupati Mimika juga harus tegas bahwa miras tidak boleh lagi beredar di wilayah yang dipimpinnya," ujarnya.
Sekedar diketahui, Eltinus Kum meninggal kehabisan darah akibat ditikam, setelah sebelumnya terjadi adu mulut di Barak AA Nomor 530 Ridge Camp Mile 72, PT Freeport Indonesia (Freeport), Tembagapura, Kabupaten Mimika Sabtu, (11/3/2017. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Petugas kebersihan TPA Pisugi tuntut pembayaran hak

Selanjutnya

Dinkes Dogiyai minta Kapus sadar jalani tugas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe