PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. Sekolah yang di-warning Dinas diharapkan termotivasi
  • Jumat, 17 Maret 2017 — 00:25
  • 568x views

Sekolah yang di-warning Dinas diharapkan termotivasi

“Saya rasa itu sebagai motivasi bagi sekolah-sekolah tersebut untuk berkembang, jadi jangan sampai sekolah hanya tinggal di zona nyaman, buatlah inovasi sehingga dinilai ada perkembangan yang dilakukan,” katanya kepada Jubi di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Suasana ruang guru di SMA PGRI, Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Beberapa sekolah menanggapi positif “warning” (ancaman) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa yang akan mencabut izin operasional lima sekolah yang tak memenuhi standar pendidikan.
 
Kepala SMA PGRI Kota Jayapura Janet Berotabui mengatakan, ancaman tersebut adalah motivasi bagi sekolah-sekolah yang sempat mendapatkan warning tersebut.
 
“Saya rasa itu sebagai motivasi bagi sekolah-sekolah tersebut untuk berkembang, jadi jangan sampai sekolah hanya tinggal di zona nyaman, buatlah inovasi sehingga dinilai ada perkembangan yang dilakukan,” katanya  kepada Jubi di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
 
Seharusnya, tambah Janet, Disdikbud Kota Jayapura memanggil lima sekolah yang telah diberikan peringatan tersebut untuk duduk bersama dan mencari jalan keluarnya.

“Ini yang harus dilakukan dinas terhadap sekolah-sekolah yang menjadi binaannya, cari jalan keluar, kenapa sekolah tersebut tidak berkembang, kalau memang sudah tidak bisa dipertahankan maka melalui musyawarah bersama sekolah tersebut akan ditutup,” ujarnya.
 
Ia menyebut persoalan terberat bagi sekolahnya adalah menerima siswa yang kebanyakan belum bisa menulis dan membaca. Bahkan juga ada yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Ini dihadapi dengan penanganan khusus.
 
Tanggapan yang sama juga disampaikan Kepala SMA Satria, Effendi Ibrahim. Ia mengatakan, sebelumnya mengalami banyak kekurangan namun kemudian dibenahi dengan berinovasi. Hasilnya, tahun ini SMA Satria yang sebelumnya menumpang di SMAN 4 Jayapura, sudah bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sendiri.
 
“Ini bentuk usaha kami, pengadaan sejumlah komputer swadaya dari para tenaga pendidik, dan pihak Disdikbud Jayapura sempat kaget mengetahui kami bisa UNBK sendiri, Pak Kadis sangat senang kami bisa mandiri,” katanya.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa kepada Jubi mengatakan, sudah ada beberapa sekolah swasta yang dulunya belum berkembang, kini sudah mulai berkembang seiring perjalanan waktu.
 
“Saya apresiasi apa yang sudah dilakukan SMA Satria yang dulu menumpang UNBK kini bisa mandiri, juga yang dilakukan SMK Ampari Jayapura, kedua sekolah ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain,” katanya. (*)

Sebelumnya

Sekolah di Kota Jayapura mulai terapkan Kurikulum 2013

Selanjutnya

Uncen wisuda 913 mahasiswa periode pertama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua