Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Otonomi
  3. BPPKLN optimis aktivitas ilegal di wilayah perbatasan berkurang
  • Jumat, 17 Maret 2017 — 10:18
  • 865x views

BPPKLN optimis aktivitas ilegal di wilayah perbatasan berkurang

"Dengan keberadaan gedung pos lintas batas yang baru, mampu mengurangi bahkan menghilangkan segala tindakan maupun bentuk aktivitas ilegal di wilayah perbatasan," katanya.
Ilustrasi Gapura perbatasan Papua-PNG - IST
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Dengan telah diaktifkan pelayanan pos lintas batas, Biro Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPPKLN) Provinsi Papua optimistis aktivitas ilegal di wilayah perbatasan Papua-PNG berkurang.

Kepala Biro PPKLN Provinsi Papua, Suzana Wanggai kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (16/3/2017), mengatakan setelah difungsikan, seluruh unsur pengamanan terkait telah ditempatkan. Diantaranya, Custom (bea cukai), Imigrasi dan karantina (pertanian, kesehatan serta ikan).

"Dengan keberadaan gedung pos lintas batas yang baru, mampu mengurangi bahkan menghilangkan segala tindakan maupun bentuk aktivitas ilegal di wilayah perbatasan," katanya.

Ia menilai, meskipun gedung pos masih terbilang baru namun masih ada beberapa hal dirasa masih kurang. Tapi untuk itu, kami akan terus benahi maupun lengkapi.

"Sebab nanti di pos lintas batas ini pelayanan bukan saja kepada pemegang paspor, tetapi juga kepada pemegang pas lintas batas atau tradisional border card. Karena lintas batas kita ada juga ada masyarakat tradisional yang hanya berkebun dan datang untuk mengunjungi keluarga mereka," ucapnya.

Disamping itu, ujar ia, kedepan Pemerintah Provinsi Papua akan menjajaki kemungkinan pembukaan jalur lintas batas Jayapura – Vanimo dan sebaliknya.

Menurut ia, bila sesuai rencana, pihaknya akan menggagas pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini dalam waktu dekat. Sebab fasilitas pendukung untuk pembukaan jalur lintas batas antar kedua negara sudah ada. Seperti car wash atau pencucian mobil dari karantina, yang diperuntukan untuk kendaraan dari Papua Nugini.

"Untuk hal ini kami akan mendorong untuk segera bisa duduk bersama membicarakan pembukaan jalur itu," kata Suzana.

Secara terpisah, Yohana Imberi berharap kehadiran pos lintas batas tidak mempersulit mayarakat ketika ingin berkunjung ke wilayah Papua Nugini. Pasalnya hubungan kekerabatan atau kekeluargaan antara masyarakat Papua dan warga PNG masih ada.

"Ya semoga kehadiran pos lintas batas mempermudah langkah kami ketika ingin berkungjung ke sanak saudara di PNG, begitu juga dengan mereka yang dari PNG," kata Yohana. (*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gubernur Papua: E-Government baru langkah awal perbaikan tata kelola

Selanjutnya

Lembaga PKK diminta hidupkan kembali 10 program

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua