PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pengusaha asli Papua dipersulit, Legislator: Laporkan kepada kami
  • Jumat, 17 Maret 2017 — 10:32
  • 652x views

Pengusaha asli Papua dipersulit, Legislator: Laporkan kepada kami

"Hanya saja mereka terbentur modal. Ketika berhubungan dengan bank, pihak bank minta jaminan. Ini yang kadang sulit dipenuhi," katanya.
Ilustrasi Pelaku Ekonomi Asli Papua - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Mustakim mengingatkan perbankan tidak mempersulit pelaku ekonomi asli Papua yang akan mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pihak bank. 

Anggota Komisi II DPR Papua bidang ekonomi itu mengatakan, jika ada pelaku ekonomi asli Papua merasa dipersulit perbankan ketika mengajukan pinjaman kredit, sampaikan kepada DPR Papua.

"Kalau ada masyarakat, terutama orang asli Papua yang merasa dipersulit, silahkan laporkan ke kami di Komisi II DPR Papua," kata Mustakim via teleponnya.

Dana KUR, kata dia diberikan pemerintah untuk membantu pelaku usaha yang butuh modal. Siapapun pelaku ekonomi yang butuh modal, berhak mengajukan kredit dana KUR.

"Jangan masyarakat dipersulit. Kenapa harus dipersulit. Dana itu memang dana untuk masyarakat. Itu dana rakyat," ujarnya.

Namun Mustakim tidak menampik, selama ini kebanyakan pelaku ekonomi asli Papua terbentur persyaratan administrasi ketika mengajukan pinjaman modal ke bank. Padahal masyarakat asli Papua punya kemauan besar dan motivasi untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Hanya saja mereka terbentur modal. Ketika berhubungan dengan bank, pihak bank minta jaminan. Ini yang kadang sulit dipenuhi," katanya.

Salah satu pelaku ekonomi asli Papua, Nely Fakdawer kepada Jubi belum lama ini mengatakan, pemerintah dalam memberikan bantuan, harus benar-benar menyeluruh kepada orang asli Papua yang mau melakukan usaha dengan sungguh-sungguh.

"Jangan kepada yang tidak melakukan usaha. Banyak bantuan, tapi satu dua bulan usaha sudah macet," kata Nely. (*)

Sebelumnya

Solidaritas Mahasiswa akan gelar demonstrasi tutup Freeport

Selanjutnya

Octovianus Takimai resmi jabat Ketua KPUD Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua