Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Disdikbud harus pastikan kesiapan sekolah hadapi UNBK
  • Jumat, 17 Maret 2017 — 17:57
  • 801x views

Disdikbud harus pastikan kesiapan sekolah hadapi UNBK

Pada tahun pertama pelaksanaan UNBK, kata Natan, hanya 10 sekolah di Papua yang bisa melaksanakan. Namun pada 2016, sudah ada 40 sekolah. Tahun ini diharapkan jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Simulasi UNBK di SMKN 3 Jayapura -Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
[email protected]bloidjubi.com
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) provinsi dan kabupaten/kota di Papua diingatkan perlu memastikan kesiapan sekolah yang akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Anggota Komisi V DPR Papua Natan Pahabol mengatakan, hingga kini masih banyak sekolah di Papua, terutama wilayah pedalaman belum siap menerapkan UNBK. Untuk sekolah yang akan melaksanakan UNBK, harus dipastikan kesiapannya.

"Kepada Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota perlu mengecek kesiapan sekolah yang akan melaksanakan UNBK, apakah benar-benar sudah siap," kata Natan kepada Jubi, Kamis (16/3/2017).

Pada tahun pertama pelaksanaan UNBK, kata Natan, hanya 10 sekolah di Papua yang bisa melaksanakan. Namun pada 2016, sudah ada 40 sekolah. Tahun ini diharapkan jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK bisa meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau bisa sampai 60 sekolah, hanya saja kembali kepada kesiapan sekolah, apakah sudah siap dengan UNBK atau tidak," ujarnya.

Dalam pelaksanaan UNBK, tambahnya, berbagai fasilitas penunjang harus memadai. Misalnya perangkat komputer, daya listriknya, dan jaringan internet.

"Kami rasa, komisi V perlu mengambil sikap mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanyakan sejauh mana kesiapan pelaksanaan UNBK di Papua," katanya.

Sementara menghadapi Ujian Nasional (UN) mendatang, para Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SMP di Kabupaten Merauke, Papua, menandatangani pakta integritas kejujuran dalam pelaksanaan UN, Rabu (15/3/2017).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Felix Liem mengatakan, penandatanganan pakta integritas untuk mencegah kecurangan selama ujian.

"Pakta integritas itu menuntut para guru menjaga UN tanpa ada kecurangan, komitmen ini harus dilaksanakan bersama demi kemajuan pendidikan," kata Felix Liem.

Ia mengingatkan para guru tidak mencoba melakukan kecurangan karena akan disanksi tegas. Meski UN bukan satu-satunya penentu kelulusan, namun Felix berharap semua pihak menjalankan pakta integritas itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Peralatan praktik SMKN 3 Jayapura tergolong “besi tua”

Selanjutnya

Stiper Jayapura datangkan pengajar asing

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe