Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Good Hope Group dan suku Yerisiam sepakat akhiri sengketa lewat DSF
  • Sabtu, 18 Maret 2017 — 04:15
  • 1634x views

Good Hope Group dan suku Yerisiam sepakat akhiri sengketa lewat DSF

Perwakilan Yasasan Pusaka Jakarta Fanky Samperante usai memfasilitasi pertemuan kedua perusahaan dengan Suku Yerisiam di Sima, Rabu (15/3/2017), mengatakan pertemuan ini bertujuan mendapatkan solusi dan penyelesaian yang konflik yang sudah berlangsung sejak Maret 2016.
Pertemuan masyarakat dan perusahaan di para–para pertemuan Suku Yerisiam di Sima – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Masyarakat Suku Yerisiam Gua Kampumg Sima dan dua perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di tanah ulayat milik mereka sepakat menyelesaikan permasalahan sengketa tanah lewat proses Dispute Settlement Pacilities (DSF) atau yaitu penyelesaian sengketa dengan menggunakan pihak lain.

Kedua perusahaan itu adalah PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Adhi Perkasa yang merupakan anak perusahaan dari Good Hope Group.

Perwakilan Yasasan Pusaka Jakarta Fanky Samperante usai memfasilitasi pertemuan kedua perusahaan dengan Suku Yerisiam di Sima, Rabu (15/3/2017), mengatakan pertemuan ini bertujuan mendapatkan solusi dan penyelesaian yang konflik yang sudah berlangsung sejak Maret 2016.

Franky menjelaskan kedua perusahaan tersebut telah melakukan penggusuran dan pembongkaran dusun sagu yang berada sekira 5 km  dari Kampung Sima. 

“Kejadian ini membuat masyarakat merasa dirugikan dan selanjutnya membuat pengaduan,” tuturnya.

Selanjutnya, pada September 2016 Suku Yerisiam membuat pengaduan yang difasilitasi Yasasan Pusaka Jakarta ke Roundtable on Sustainnable Palm Oil (RSPO).

Ada lima hal yang diadukan yakni, perampasan tanah, kerusakan hutan, kekerasan, dusun sagu keramat dan keterbukaan perusahaan terkait Amdal.

“Ada beberapa kali pertemuan dan sehingga pertemuan hari ini adalah merupakan tindak lanjut dari persoalan pertemuan September dan Oktober silam,” jelasnya.

Hasilnya RSPO mengusulkan agar persoalan tersebut diselesaikan dengan cara kedua belah pihak duduk bersama atau menggunakan pihak.

“Dalam pertemuan kali ini, kedua belah pihak akhirnya memutuskan penyelesaian melalui proses Dispute Settlement Pacilities (DSF) atau yaitu penyelesaian sengketa dengan menggunakan pihak lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Besar Yerisian Gua, Daniel Yarawobi menambahkan, kami harap persoalan ini segera berakhir.

“Jangan korbankan masyarakat saya tetapi marilah kita sama – sama sepakat agar mencari jalan keluar yang baik dan kami berharap sebelum ada titik penyelesaian dalam sengketa ini,” katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri Suku Yerisiam Gua Kampung Sima, Kepala Suku Wate, BLH, Dinas Perkebunan, Perwakilan PT.Nabire Baru dan PT.Sariwana Adhi Perkasa serta seluruh warga Kampung Sima. Dan beberapa elemen lainnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jual sagu bakar keliling, per hari dapat Rp200 ribu

Selanjutnya

Peringatan HUT PPNI, perawat diharapkan miliki STR

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe