Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Stiper minim lahan dan alat praktik mahasiswa
  • Minggu, 19 Maret 2017 — 18:55
  • 849x views

Stiper minim lahan dan alat praktik mahasiswa

Ketua Stiper Aloysius Kowenip mengatakan, proses perkuliahan teori di kampusnya berlangsung dengan baik, namun untuk praktik mengalami kendala kurangnya lahan.
Kampus Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas Jayapura –Jubi/ Yance Wenda.  
Yance Wenda
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi - Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Santo Thomas Aquinas Jayapura kekurangan lahan untuk praktik mahasiswa.

Ketua Stiper Aloysius Kowenip mengatakan, proses perkuliahan teori di kampusnya berlangsung dengan baik, namun untuk praktik mengalami kendala kurangnya lahan.
 
“Kami ada melakukan kerja sama dengan beberapa kabupaten seperti Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Keerom, dan Merauke dan kami juga sedang bagun komunikasi untuk kemajuan kampus ini,” katanya kepada Jubi, Sabtu (17/3/2017).
 
Sebagai kampus pertanian, kata Kowenip, Stiper tidak hanya mencetak manusia dengan kuliah di kampus kemudian langsung menjadi pegawai negeri. Namun juga menciptakan petani terdidik.
 
“Bagaimana cara kampus ini menciptakan orang menjadi petani yang baik dan itu sedang diperjuangkan terus, karena kita tidak memiliki orang yang membantu kita di dalam,” jelasnya.
 
Kowenip mengatakan, sudah ada lahan untuk praktik di Keerom 10 hektare, di Merauke 78 hektare, dan juga di Timika serta Wamena. Namun kerja sama penggarapan dengan pemkab masih belum jalan. Karena itu ia berharap bantuan dari Pemprov Papua dan pemkab terkait.
 
“Kami sekarang memikirkan bagaimana tempat praktik yang bagus, karena sekolah ini bukan sekolah teori, ini sekolah praktek,” tuturnya.
 
Ia mengatakan, di empat Stiper daerah lain, Stiper Yogyakarta, Manado, Makasar, dan Medan sudah berjalan lahan praktik. Bahkan mahasiswa Stiper Jayapura setiap tahun dikirim untuk praktek ke sana selama enam bulan.
 
Yakob Satia, mahasiswa Jurusan Agro Teknologi Stiper semester enam mengatakan, susah untuk praktik karena tidak ada lahan dan traktor yang dimiliki juga sudah rusak.
 
“Akibatnya kami kerja manual dan alat serta bahan praktek kami beli, jadi kami memang mengalami kendala lahan, alat praktik, dan bahan-bahan untuk raktek, kalau bisa ke depan itu lebih bagus,” ujarnya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Stiper Jayapura datangkan pengajar asing

Selanjutnya

 Himpunan Mahasiswa Yalimo akan gelar musyawarah se-Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6370x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2472x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2391x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1394x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1189x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe