PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tidak cukup dana dan layanan, darurat HIV di Papua Nugini
  • Senin, 20 Maret 2017 — 07:10
  • 1135x views

Tidak cukup dana dan layanan, darurat HIV di Papua Nugini

"Sebelumnya, kami sudah mendapati jumlah kasus-kasus yang meningkat pesat pasca pemilu, karena di masa pemilu orang-orang berpindah antar area dimana para kandidat melakukan kampanye, dan di sana banyak uang berhambur, minuman keras, dan obat-obatan yang berakibat pada seks tidak aman.”
Kampanye penyadaran HIV-AIDS yang disponsori Oil Search di daerah pegunungan Papua Nugini - RNZI/Johnny Blades
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – HIV/AIDS sempat menjadi isu utama mewarnai Papua Nugini (PNG) sepuluh tahun lalu. Setelah sempat meredup dari diskursus publik, digantikan isu-isu seperti korupsi dan krisis kesehatan lainya seperti Tubercolosis, kini jumlah penderita virus ini semakin meningkat perlahan namun pasti.

Menurut kantor UNAIDS di PNG, statistik terakhir menunjukkan hampir 47,000 orang terinfeksi virus HIV di negeri dengan penduduk 8 juta jiwa itu.

Dari tingkat kasus sebanyak 0,7 persen di tahun 2015, minggu lalu berdasarkan data terakhir meningkat menjadi 0,92 persen.

Dari sekitar 3000-an kasus infeksi baru yang terkonfirmasi di tahun sebelumnya, hampir seperempatnya dialami anak-anak dan remaja, demikian menurut Direktur UNAIDS PNG Stuart Watson.

"Bertolak belakang dengan tren di banyak tempat di dunia, sayangnya Papua Nugini, yang memang memiliki perkiraan kasar 95 persen beban epidemic di kawasan Pasifik, malah menuju arah yang salah,” ungkap Watson.

Dia mengatakan akibat masalah dalam pelayanan kesehatan di PNG, persoalan tersebut menjadi semakin akut.

"Kami benar-benar hampir kehabisan obat anti-retroviral, kami benar-benar kehabisan perlengkapan pemeriksaan cepat dan bkami kehabisan banyak komoditas dan persediaan lainnya dalam sistem kesehatan di sini. Dan itu artinya kami tidak bisa melakukan tes pada orang-orang,” ujar Watson.

Atas dasar itulah mereka tidak mengajak orang untuk dirawat, “padahal perawatan adalah pencegahan,” kata dia.

Orang-orang dengan HIV di PNG masih menghadapi stigmatisasi, yang merupakan hambatan tradisional lainnya atas perawatan.

Pencegahan

Tugas untuk penanganan HIV secara formal dipimpin oleh Dewan AIDS Nasional, di dalam Departemen Kesehatan, bersama gereja-gereja yang juga memainkan peran signifikan di daerah pedalaman.

Namun kurangnya sumber daya dan isu-isu seperti penolakan gereja atas promosi kondom, serta kompleksnya sistem administrasi di seluruh provinsi PNG, telah menghambat respon tersebut.

Manajer Riset Dewan Nasional AIDS, Tony Lupiwa mengatakan epidemi tersebut telah diturunkan statusnya menjadi ekonomi terkonsentrasi di kalangan populasi tertentu di provinsi tertentu, khususnya di areal Pegunungan.

Wilayah Papua di bagian selatan daratan PNG juga memiliki rata-rata kasus yang lebih tinggi.

Parlemen diperingatkan pada November lalu bahwa sementara HIV dicegah di areal perkotaan, penyebarannya justru marak dan tak terkontrol di areal pedesaan.

Lupiwa mengatakan populasi kunci yang dimaksud termasuk pekerja seks perempuan, pebisnis kaya raya, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki lainnya, dan orang-orang transjender.

Namun kampanye pencegahan seperti ABC (Tidak lakukan seks, setia pada pasangan, dan gunakan kondom) belum cukup efektif menekan peningkatan HIV.

Orang hanya perlu melihat contoh-contoh para politisi PNG yang bertebaran dan secara terbuka mempertontonkan hubungan mereka dengan beberapa pasangan. Hal itu menunjukkan kampanye ABC tidak secara konsisten didukung oleh para tokoh.

Sunat lelaki

Departemen Kesehatan mencari bentuk-bentuk upaya pencegahan baru, penelitian terhadap sunat laki-laki menjadi salah satu opsi pencegahan.

Beberapa wilayah di PNG memiliki angka sunat lelaki sangat tinggi dibanding yang lain. Wilayah tersebut, kata Rachael Tommbe dari Universitas James Cook yang melakukan riset terkait sunat lelaki, “memiliki tingkat HIV yang lebih rendah dibanding wilayah-wilayah yang tidak melakukan sunat.”

Namun demikian, Tommbe mengatakan studi di Afrika menunjukkan bahwa lelaki dengan sunat penuh melingkar memiliki kemungkinan perlindungan diri lebih baik ketimbang mereka yang tidak sunat maupun yang melakukan sunat parsial.

Lembaga WHO dan UNAIDS telah merekomendasikan bahwa negeri-negeri dengan epidemi AIDS karena  dorongan heteroseksual  dan sedikitnya praktek sunat lelaki kini mengadopsi sunat lelaki sebagai strategi pencegahan

Penyebaran dan hambatan pendanaan

Tony Lupiwa menjelaskan dipotongnya anggaran pemerintah terhadap program HIV berarti kesadaran terhadap HIV juga terus menurun beberapa tahun belakangan ini.

Namun, celakanya, seiring musim pemilihan umum, resiko dan jumlah kasus berpeluang meningkat.

"Sebelumnya, kami sudah mendapati jumlah kasus-kasus yang meningkat pesat pasca pemilu, karena di masa pemilu orang-orang berpindah antar area dimana para kandidat melakukan kampanye, dan di sana banyak uang berhambur, minuman keras, dan obat-obatan yang berakibat pada seks tidak aman.”

Namun sistem kesehatan PNG yang juga sedang berjuang mengatasi  kembalinya wabah TB, malaria dan diare menambah beban masalah diantara berbagai persoalan lain.

Dengan adanya hambatan yang dihadapi layanan kesehatan, maka jumlah pasti orang-orang yang terinfeksi di PNG sangat mungkin lebih tinggi dari 47,000.

The Global Fund for AIDS, TB dan Malaria telah menjadi contributor penting bagi pendanaan respon HIV di PNG.

Bersama Departemen Kesehatan, organisasi penerima Dana di PNG telah mengikutsertakan donor kesehatan yang didirikan Oil Search Limited, sebuah perusahaan pemain sektor minyak dan gas utama di negeri itu.

Watson mengatakan selama lima tahun lebih, sekitar tiga perempat dari sumber pendanaan bagi respon HIV PNG datang dari donor-donor utamanya Australia, serta Selandia Baru, Uni Eropa dan PBB.(*)

Sebelumnya

Walau tertunda, pemimpin Guam tetap ingin referendum dekolonisasi

Selanjutnya

Perawat Port Vila mogok kerja, protes struktur rekruitmen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua