Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. AI: pengungsi diperlakukan buruk oleh Hungaria
  • Rabu, 28 September 2016 — 16:04
  • 732x views

AI: pengungsi diperlakukan buruk oleh Hungaria

Amnesti Internasional menuduh Hungaria dengan sengaja memperlakukan buruk pengungsi dan migran untuk mencegah mereka mencoba menyeberang dari Serbia ke Uni Eropa. Tuduhan itu melayang beberapa hari sebelum negara tersebut menggelar referendum mengenai kuota migran UE.
Anak pengungsi tengah meloloskan diri di perbatasan Serbia-Hungaria. – AP via Aljazeera.com
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Brussels, Jubi - Amnesti Internasional menuduh Hungaria dengan sengaja memperlakukan buruk pengungsi dan migran untuk mencegah mereka mencoba menyeberang dari Serbia ke Uni Eropa. Tuduhan itu melayang beberapa hari sebelum negara tersebut menggelar referendum mengenai kuota migran UE.

Pemerintah Hungaria tidak memberikan komentar mengenai laporan AI tersebut. Organisasi hak asasi manusia itu juga menuding Perdana Menteri Viktor Orban menggantikan "aturan hukum dengan ketakutan." Para kritikus mengatakan Hungaria bersikap kejam dalam menjawab krisis migran dengan 1,3 juta orang mencapai Uni Eropa pada 2015.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn mengatakan Hungaria harus dikeluarkan dari blok tersebut karena melanggar nilai-nilai UE, termasuk dengan mendirikan pagar berduri di sepanjang perbatasannya dengan Serbia.

Direktur Amnesti untuk Eropa, John Dalhuisen mengatakan upaya Hungaria untuk secara sengaja mencegah pengungsi dan migran masuk Hungaria diiringi pola serangan yang lebih mengganggu terhadap mereka serta pengamanan internasional yang dirancang untuk melindungi mereka.

"Perlakuan mengerikan dan prosedur suaka berbelit-belit merupakan taktik sinis untuk mencegah pencari suaka masuk perbatasan Hungaria yang lebih dimiliterisasi," katanya. Negara-negara UE terpecah soal pembagian beban untuk menampung mereka yang berhasil masuk ke blok tersebut dan semakin fokus untuk menutup perbatasan luar mereka untuk mencegah terulangnya arus massa yang tak terkendali.

Beberapa pihak memuji Budapest karena berhasil menurunkan dengan tajam jumlah pelintasan perbatasan, setelah ratusan ribu pengungsi dan migran pindah dari Balkan menuju Eropa utara pada 2015.

Pada Juli, Budapest membantah bahwa petugas penegak hukumnya memperlakukan para pencari suaka dengan buruk, ketika badan pengungsi PBB mendesak Hungaria untuk menyelidiki laporan bahwa pasukannya telah memukuli pencari suaka dan melepaskan anjing polisi ke arah mereka. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kedua kalinya, Jim Yong Kim jabat Presiden Bank Dunia

Selanjutnya

Unjukrasa di Yordania protes eksekusi penulis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe