PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. 300 mahasiswa peduli kesehatan Korowai akan galang dana
  • Senin, 20 Maret 2017 — 18:45
  • 933x views

300 mahasiswa peduli kesehatan Korowai akan galang dana

“Aksi ini murni keprihatinan mahasiswa terhadap masyarakat Korowai,” katanya kepada Jubi, Senin (20/3/2017).
Ketua Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Rimba (TPKP Rimba) Norbert K. Bobi (berbaju biru, tengah)  dan teman-temannya saat memberikan keterang di Asrama Putra Yalimo – Jubi/David Sobolim
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi - Mahasiswa peduli kesehatan masyarakat Korowai akan melakukan aksi penggalangan dana di Kota Jayapura, Selasa (21/3/2017) mulai pukul 08.00 WIT.

Ketua Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Rimba (TPKP Rimba) Norbert K. Bobi menjelaskan, aksi yang akan melibatkan 300 mahasiswa tersebut dilakukan di sejumlah titik seperti seputaran Taksi Perumnas 2, Terminal Expo, dan lampu merah Abe dan Kamkey.
 
“Aksi ini murni keprihatinan mahasiswa terhadap masyarakat Korowai,” katanya kepada Jubi, Senin (20/3/2017).
 
Norbeert yang juga ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih mengatakan, masalah kesehatan masyarakat Korowai di antaranya penyakit kaki gajah (flariasis), penyakit kulit, malaria, dan gizi buruk.
 
“Ini merupakan prioritas utama yang harus diselesaikan, karena daerah lain maju dari segi kesehatan dan pendidikan, kenapa tidak dengan masyarakat kami yang di Korowai,” ujarnya.
 
Dan kehidupan masyarakat yang hampir semua tinggal di hutan rimba, lanjutnya, sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat lokal.
 
“Hampir setiap hari mereka menderita di hutan rimba, di sana pos pelayanan sudah dibuka namun tenaga medisnya belum disiapkan dengan baik, bahkan pernah ditugaskan tetapi dengan alasan belum adanya alat penerangan dan fasilitas lain tidak mau tinggal di sana,” ujarnya.
 
Masyarakat Korowai tinggal di pertengahan empat kabupaten, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, dan Asmat, serta pernah menjadi sengketa wilayah. Dampaknya keempat kabupaten saling lempar tanggung jawab. Ditambah jarak ke ibu kabupaten keempatnya 200 hingga 300 km.
 
Perwakilan Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) Papua,Yoris Yohame mengatakan, timnya sudah terbentuk selama satu setengah tahun di Korowai dan mulai mengalami kesulitan tenaga kesehatan. (*)

Sebelumnya

Kemenag pantau pelaksanaan USBN di Kota Jayapura

Selanjutnya

11 SMA dan 6 SMK di Kota Jayapura USBN komputer  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua