Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Freeport “otak” seluruh pelanggaran HAM di Papua
  • Senin, 20 Maret 2017 — 14:35
  • 3284x views

Freeport “otak” seluruh pelanggaran HAM di Papua

“Freeport menjadi pelaku pelanggaran HAM terbesar di Papua,” tegas Nelius Wenda, presiden Mahasiswa Universitas Teknologi dan Sains Jayapura dalam orasi demo mahasiswa dengan agenda menuntut “Tutup Freeport” di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Senin (20/03/2017).
Mahasiswa Papua yang melakukan aksi demo memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRP - Jubi/Victor Mambor
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Mahasiswa Papua menuding PT Freeport Indonesia menjadi aktor utama pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Freeport mencuri kekayaan alam Papua dan
mencabut hak hidup rakyat Papua.

“Freeport menjadi pelaku pelanggaran HAM terbesar di Papua,” tegas Nelius Wenda, presiden Mahasiswa Universitas Teknologi dan Sains Jayapura dalam orasi demo mahasiswa dengan agenda menuntut “Tutup Freeport”  di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Senin (20/03/2017).

Teko Kogoya, presiden Forum Independen Mahasiswa (FIM) mengatakan sejarah mencatat deklarator Indonesia, Sukarno tumbang dari jabatannya sebagai presiden demi kepentingan Amerika mengamankan Freeport. Sampai ke Papua, pembunuhan Kelly Kwalik, dan pembunuhan Rakyat Papua  juga demi kepentingan Freeport.

“Negara membunuh rakyatnya sendiri, rakyat yang dikorbankan demi mengamankan Freeport,,” tegas pria yang aktif mendukung kembalinya hak tanah adat  masayarakat Yeresiam atas tanah
lahan kelapa Sawit PT Nabire Baru di Nabire ini.

Tampak beberapa anggota DPRP yang menerima sekitar 500an mahasiswa ini. Diantaranya adalah Ruben Magay dan Yakoba Lokbere.

Menanggapi tuntutan mahasiswa ini, Ruben Magay mengatakan pihak DPRP sepakat dengan mahasiswa. DPRP kata Magay akan membentuk Pansus sebagai tindaklanjut tuntutan tersebut.

“Tuntutan “Tutup Freeport” dan “Penentuan Nasib Sendiri” itu satu paket. Karena dalam sejarah Freeport di atas Tanah Papua ini, ada manipulasi hak bangsa Papua di atas tanah ini. Freeport ini yang menjadi cikal bakal bank terjadi pelanggaran HAM di Papua,” kata Magay.

Mahasiswa yang berdemo ini akhirnya bubar dengan tertib sekitar pukul 16.00 Waktu Papua. Mereka meninggalkan kantor DPRP setelah menyerahkan pernyataan sikap kepada anggota DPRP dan memberikan pernyataan pers kepada wartawan. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Emus: Apa pun alasannya, hak masyarakat adat harus dipenuhi

Selanjutnya

Tak ada alasan suara enam distrik diputihkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe