Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Perdagangan produk Baduy secara daring meningkat
  • Rabu, 28 September 2016 — 16:19
  • 236x views

Perdagangan produk Baduy secara daring meningkat

Permintaan produk usaha kecil dan menengah kerajinan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meningkat selama dua pekan terakhir dengan memanfaatkan teknologi internet.
Baju terbuat dari kain tenun Baduy. -- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Lebak, Jubi - Permintaan produk usaha kecil dan menengah kerajinan Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meningkat selama dua pekan terakhir dengan memanfaatkan teknologi internet.

"Kami merasa kewalahan melayani pesanan dari luar daerah setelah dipasarkan melalui daring," kata Neng (45), seorang pelaku UKM kerajinan tenun Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Rabu (28/9/2016)

Peningkatan produksi UKM kerajinan Baduy itu terjadi setelah menjalin kerja sama dengan PT Telkom dengan program "Kampung UKM Digital" yang belum lama ini diluncurkan PT Telkom Indonesia.

Saat ini, produk UKM kerajinan Baduy dapat diunggah melalui daring sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas hingga mancanegara.

Pemasaran melalui daring membantu para perajin Baduy sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi mereka juga penyerapan lapangan pekerjaan .

Menurut dia, selama ini, produk UKM masyarakat Baduy memiliki kelebihan karena bahan bakunya natural dengan menggunakan batok kelapa juga akar tanaman.

Produk UKM kerajinan Baduy dikerjakan tanpa mesin seperti kain tenun, tas koja, aneka suvenir, golok, batik, selendang dan lomar.

Pemuka adat Baduy Wakil Jaro Tangtu Tujuh Ayah Mursyid menyatakan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Baduy meningkat setelah pemasaran secara digital.

Untuk itu, pihaknya optimistis pemasaran melalui daring dipastikan akan dikenal masyarakat luas sehingga bisa menembus pasar domestik dan mancanegara.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar yang juga Pemuka Adat Baduy Saija mengatakan saat ini jumlah pelaku UKM produk masyarakat Baduy sekitar 600 unit usaha.

Mereka terbantu dengan pemasaran yang menggunakan teknologi media internet melalui daring.

Saat ini, harga produk Baduy seperti kain tenun Rp 250.000, batik Rp 70.000, selendang Rp 250.000, tas koja Rp 25.000, kopiah Rp 15.000, golok Rp 300.000, pernak-pernik dari harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000. (*)


 

 

 

loading...

Sebelumnya

Kepala daerah di Papua perlu bersatu akhiri pendekatan militer 

Selanjutnya

Meninggalnya Rojit berkaitan dengan Yayasan Solpap di Sorong?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6692x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3326x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2830x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2371x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe