PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Pengelolaan pasar mama-mama diserahkan ke Pemkot Jayapura
  • Selasa, 21 Maret 2017 — 09:35
  • 359x views

Pengelolaan pasar mama-mama diserahkan ke Pemkot Jayapura

“Kami akan sesuaikan dengan space yang ada dengan komoditi yang dijual. Itu akan dilihat dan mendapat masukan dari pokja di lantai 1 mereka akan berjualan apa? Di lantai 2 jual apa dan lantai 3 jual apa. Lantai 4 akan dipakai pokja dan 24 BUMN untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada pedagang asli Papapu agar mereka lebih bersaing untuk menyiapkan dagangan-dagangan mereka,” katanya. 
Mama-mama Papua ketika mendengar penjelasan Pokja Papua beberapa waktu lalu – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura diberi kewenangan untuk mengelola pasar mama-mama Papua yang berlokasi di Jalan Percetakan. 

Sekda Kota Jayapura, R.D. Siahaya usai menggelar pertemuan dengan Pokja Papua dan DAMRI, Senin (20/3/2017) mengatakan, setelah diberi kewenangan mengelola pasar tersebut, pengaturanya pun disesuaikan dengan tempat yang tersedia. 

“Kami akan sesuaikan dengan space yang ada dengan komoditi yang dijual. Itu akan dilihat dan mendapat masukan dari pokja di lantai 1 mereka akan berjualan apa? Di lantai 2 jual apa dan lantai 3 jual apa. Lantai 4 akan dipakai pokja dan 24 BUMN untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada pedagang asli Papapu agar mereka lebih bersaing untuk menyiapkan dagangan-dagangan mereka,” katanya. 

Siahaya mengatakan, Pokja Papua sedang melakukan pembinaan. Setelah itu dilakukan pelatihan. Pasalnya Pokja ini akan menjadi pusat pelatihan usaha mikro bagi mama-mama Papua.  

“Kami juga meminta penjelasan kepada pihak DAMRI mulai dari pengalihan status tanahnya, karena tanah milik BUMN. Itu tidak bisa dihibahkan begitu saja, tetapi harus ditukargulingkan,” katanya.

Sesuai kesepakatan, lanjutnya, DAMRI dan Pemkot Jayapura akan menggantikan tanah yang dipakai. Tahun ini Pemkot belum mempunyai anggaran. Namun kesepakatan pembayaran tanah akan disampaikan setelah pihaknya melakukan rapat lagi. 

“Kami juga akan melakukan MoU dengan pihak-pihak yang membangun pasar ini. Sekitar 24 BUMN yang tergabung dalam Coorporat Social Responsibility (CSR). Kami bersyukur karena mereka membangun tetapi kami tidak membayar gedungnya,” katanya. 

Lanjutnya, peresmian dilakukan bulan Mei oleh Presiden Jokowi. Oleh karena itu, semua persoalan hendaknya diselesaikan, misalnya soal parkiran, agar tidak terjadi keributan saat peresmian. 

Salah satu pengurus SOLPAP, Frengky Warwer mengatakan Pokja Papua melakukan pekerjaan tanpa koordinasi dengan pihaknya dan mama-mama. Padahal SOLPAP memperjuangkan pembangunan pasar ini sejak 15 tahun lalu. 

“Pokja Papua yang baru bergabung selama enam bulan ini tiba-tiba melakukan pelatihan, jual daging sapi dan hal-hal lain. Jika terjadi konflik atau perpecahan di antara mama-mama, apakah Pokja Papua ini nanti yang bertanggung jawab?” katanya. 

Menurutnya SOLPAP, Pemkot Jayapura dan Pokja Papua harus duduk bersama untuk membicarakan hal ini. 

“Mama-mama jangan dijadikan sebagai obyek. Mereka harus dijadikan subyek dalam pembangunan. Pedagang yang diakomodir di pasar baru mama-mama Papua ini harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan konflik baru,” katanya. (*)

Sebelumnya

PKK gelar lomba menu balita

Selanjutnya

Jelang Paskah taman-taman kota harus dipasang salib

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua