Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Terumbu karang rusak, lumba-lumba dan hiu macan menghilang 
  • Selasa, 21 Maret 2017 — 13:55
  • 1017x views

Terumbu karang rusak, lumba-lumba dan hiu macan menghilang 

“Setelah terumbu karang rusak banyak spesies yang dilindungi dan menjadi daya tarik wisatawan lari dan mencari tempat baru, terutama ikan lumba-lumba dan hiu macan,” kata pemerhati lingkungan dan juga orang Raja Ampat, Dedi Mayor ketika ditemui Jubi di Waisai, Raja Ampat, Senin (20/3/2017). 
Terumbu karang di kawasan Yembuba yang rusak – Jubi/merdeka.com
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Spesies ikan lumba-lumba dan hiu macan di kawasan Yembuba Utara, Raja Ampat, Papua Papua kini menghilang menyusul kerusakan ribuan terumbu karang oleh kapal pesiar CV Caleonian Sky Senin pekan lalu. 

Kawasan Yembuba Utara merupakan lokasi andalan dan menjadi daya tarik pengunjung untuk melakukan diving (selam). Namun karena terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan-ikan itu rusak, mereka akhirnya bermigrasi entah ke mana. 

“Setelah terumbu karang rusak banyak spesies yang dilindungi dan menjadi daya tarik wisatawan lari dan mencari tempat baru, terutama ikan lumba-lumba dan hiu macan,” kata pemerhati lingkungan dan juga orang Raja Ampat, Dedi Mayor ketika ditemui Jubi di Waisai, Raja Ampat, Senin (20/3/2017). 

Pria yang belasan tahun melakukan aktivitas menyelam di kawasan Yembuba Utara ini melanjutkan, membutuhkan puluhan tahun untuk pemulihan terumbu karang di kawasan tersebut. 

Maka dari itu, ia meminta kepada semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta dan masyarakat agar berpartisipasi menyelamatkan alam dan kekayaan laut di daerah kepulauan itu. 

Pemerhati lingkungan dari WFI, Darmin Wijaya mengatakan, kerusakan terumbu karang yang terjadi cukup serius. 

Ia menyebutkan banyak biota laut laut dan spesies ikan penghuni kawasan itu berpindah dan mencari makan di kawasan lain akibat tempat tinggalnya rusak.

“Konsekuensinya mereka akan berimigrasi ke tempat lain dengan rentan waktu yang cukup lama. Ini adalah sebuah kerugian bagi sektor wisata dan masayarakat lokal di Raja Ampat,” kata Darmin. (*)

loading...

Sebelumnya

Operasi simpatik, Kapolres Sorong bagikan bunga dan stiker

Selanjutnya

LNG Tangguh diduga bohongi masyarakat adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe