PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Mamta
  3. Sambut hari air, aktivis tanam pohon di kawasan Cycloop
  • Selasa, 21 Maret 2017 — 18:35
  • 609x views

Sambut hari air, aktivis tanam pohon di kawasan Cycloop

Ketua CPA Hirosi Papua, Marshall Suebu mengatakan, masyarakat di daerah ini belum begitu peduli terhadap keberadaan air sebagai sumber kehidupan. Padahal air merupakan kebutuhan vital manusia.
Aksi penanaman pohon yang dilakukan oleh komunitas vespa Sentani di kawasan cagar alam Cycloop – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Aktivis lingkungan, komunitas pemuda dan Lembaga Dakwah Indonesia menyambut hari air sedunia, 22 Maret dengan menanam pohon di kawasan penyangga pegunungan Cycloop, Kabupaten Jayapura.

Mereka menanam piluhan bibit matoa, beringin dan sejumlah pohon jangka panjang lainnya di kawasan itu, Rabu (22/3/2017).
 
Ketua CPA Hirosi Papua, Marshall Suebu mengatakan, masyarakat di daerah ini belum begitu peduli terhadap keberadaan air sebagai sumber kehidupan. Padahal air merupakan kebutuhan vital manusia.
 
“Aktivitas hidup manusia dapat berlangsung secara kebutuhannya 80 persen karena air, tetapi sebanyak persentasi ini juga masayarakat sudah tidak memperdulikan keberadaan air itu sendiri sebagai kebutuhan mereka,” katanya kepada Jubi di Sentani, (21/3/2017).
 
Ia mengatakan, kawasan penyangga Cycloop merupakan sumber air yang mesti dilindungi dan dijaga.
 
”Tema hari air nasional saat ini adalah air dan air limbah, secara penuh difokuskan kepada pengaruh air limbah yang sampai saat ini sangat memprihatinkan karena telah mencemari lingkungan hidup manusia. Bersamaan dengan ini kami juga dengan aksi spontanitas lebih memilih kepada perlindungan terhadap stok air yang akan ditampung dalam bak alami, yaitu kawasan cagar alam Cycloop,” katanya.
 
Ketua Forum Kota Sentani Deniks Felle mengatakan, pemerintah daerah harus menindak tegas terhadap pengelola, pengusaha, baik otomotif maupun industri yang ada di Kabupaten Jayapura agar aktivitasnya tidak mencemari lingkungan.
 
“Ketika kita bicara air limbah, maka kota Sentani saat ini sudah menjadi pusat pencemaran limbah terbesar. Semua limbah yang dihasilkan ini dibuang ke sungai dan muaranya ke danau. Ada puluhan bengkel, warung dan pabrik yang limbahnya tidak diatur secara baik,” katanya. (*)

Sebelumnya

Sekda: Kami berterima kasih kepada Solpap

Selanjutnya

Pemkot Jayapura gelar musrembang awal April 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua