Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Unjukrasa di Yordania protes eksekusi penulis
  • Rabu, 28 September 2016 — 16:31
  • 784x views

Unjukrasa di Yordania protes eksekusi penulis

Pengunjuk rasa di Yordania menuntut pemerintah mundur atas kegagalannya melindungi seorang penulis Nasrani yang ditembak mati di luar pengadilan, tempat dia diadili setelah membagikan karikatur yang dianggap melecehkan Islam.
Penulis dan karikaturis, Nahed Hattar. -- aljazeera.com
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Amman, Jubi - Pengunjuk rasa di Yordania menuntut pemerintah mundur atas kegagalannya melindungi seorang penulis Nasrani yang ditembak mati di luar pengadilan, tempat dia diadili setelah membagikan karikatur yang dianggap melecehkan Islam.

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di dekat kantor Perdana Menteri setelah penulis Nahed Hattar ditembak mati mantan pemuka agama Islam di tangga istana keadilan itu pada Minggu (26/9/2016). Pelaku menyerahkan diri kepada kepolisian di dekat tempat tersebut.

"Katakan tidak untuk ekstremisme, tidak untuk kekerasan" dan "Turunkan pemerintah" dipekikkan pengunjuk rasa, yang membawa gambar korban, yang dikenal atas dukungannya terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad dan pandangan nasionalis ekstremis.

Kematiannya mengguncang negara dan memicu kekhawatiran akan ketegangan Muslim dengan kelompok kecil Kristiani, yang memegang pengaruh politik dan ekonomi.

Hattar ditahan pada bulan lalu setelah menggunggah karikatur di media sosial, yang menunjukkan gambar seorang pria berjanggut di surga yang merokok dengan wanita di tempat tidur dan meminta Tuhan untuk membawakannya anggur dan membersihkan alat makannya.

Penulis itu dibebaskan dengan membayar denda namun didakwa dengan dakwaan penghinaan agama dan memicu ketegangan beragama di bawah ketentuan negara yang tegas.

Anggota keluarga mengatakan bahwa pihak pemerintah gagal untuk memberikan perlindungan bagi Hattar setelah dia dibebaskan, meskipun setelah dia mendapatkan ancaman pembunuhan. Sejauh ini mereka menolak untuk mengambil jasadnya untuk dimakamkan.

"Kami menuntut setidaknya Perdana Menteri untuk turun," kata Khaled Hattar, saudara penulis itu, kepada Reuters saat berunjuk rasa.

Hattar merupakan seorang sosok yang kontroversial yang menuntut dicabutnya hak-hak politik dari para warga Yordania keturunan Palestina, yang telah menyebabkan dirinya mendapatkan banyak musuh di sebuah negara dengan jumlah warga Palestina yang besar. (*)
 

 

loading...

Sebelumnya

AI: pengungsi diperlakukan buruk oleh Hungaria

Selanjutnya

Bocah 14 tahun, tembak ayah kandungnya hingga tewas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe