Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Penangkapan terduga pungli di SMPN 2 dinilai berlebihan
  • Rabu, 22 Maret 2017 — 13:06
  • 872x views

Penangkapan terduga pungli di SMPN 2 dinilai berlebihan

Menurutnya, jika ada indikasi seperti itu sebaiknya mengedepankan etika, bukan main tangkap. Ia yakin guru-guru tidak akan menghindar atau lari dari tugas dan tanggung jawabnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Alpius Toam saat diwawancarai – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam menilai penangkapan kepala sekolah SMPN 2 Sentani dan tiga guru oleh Tim Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPPL) Provinsi Papua belum lama ini atas dugaan pungutan liar (pungli) berlebihan.
 
Menurutnya, jika ada indikasi seperti itu sebaiknya mengedepankan etika, bukan main tangkap. Ia yakin guru-guru tidak akan menghindar atau lari dari tugas dan tanggung jawabnya.
 
Pihaknya pun tetap mendukung tugas UPPL dalam pemberantasan pungli di lingkup sekolah, tetapi caranya tidak seperti ini.
 
Pasalnya ada seperti provokasi yang dilakukan di sekolah tersebut, sehingga sebagian murid atau siswa di sekolah itu secara spontan meneriaki dan mengolok-olok guru mereka.
 
“Sebagai pimpinan lembaga pendidikan di daerah ini secara jujur saya tidak menerima tindakan yang dilakukan terhadap para guru-guru kita,” katanya kepada Jubi di Sentani, Selasa (21/3/2017).
 
Menurutnya apa yang dilakukan guru dan kepala sekolah SMPN 2 Sentani lumrah. Perihal ketidaktahuan mereka soal 58 item yang telah dikeluarkan oleh Saber Pungli secara nasional belum disosialisasikan baik di semua sekolah.
 
“Lima puluh delapan item yang dikeluarkan ini mestinya disosialisasi secara nasional. Selama ini kami di sini tidak pernah mengetahui adanya 58 item yang disebut sebagai tindakan pungli itu,” katanya.
 
Ia mengatakan, guru-guru itu melakukan apa yang dikategorikan sebagai tindakan pungli sesungguhnya murni untuk kepentingan individu siswa, seperti, uang kalender, pengayaan, dan keperluan lainnya.
 
“Pada proses ini guru tidak serta-merta lalu meminta pungutan uang, tetapi mereka memberikan penjelasan secara terperinci, baik kepada siswa, maupun orangtua wali murid dan ada kata sepakat di sana,” katanya.
 
Kepala Sekolah SMPN 2 Sentani, Abraham Fainsenem mengaku kesal terhadap apa yang dihadapinya bersama tiga guru.
 
Menurut Abraham tiga hari pasca penggeledahan tim UPPL di sekolahnya proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik. Tiga guru itu juga terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu karena trauma.
 
“Hari Jumat - Senin semua guru di sekolah ini tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa, karena rasa ada yang tidak benar terhadap perlakuan yang diterima oleh tiga rekan mereka. Terpaksa, tiga guru ini kami rumahkan untuk sementara waktu untuk memulihkan kondisi psikisnya,” katanya.
 
Selain itu, lanjutnya, try out bagi siswa kelas IX di sekolah ini yang dijadwalkan Senin (20/3/2017) terpaksa ditunda Rabu – Sabtu pekan ini.
 
“Kondisi ini sudah kami laporkan kepada dinas dan menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sekda buka pra musrembang Kabupaten Jayapura   

Selanjutnya

Dinas kerja sama berbagai pihak kurangi kekerasan ibu dan anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe